Published May 30, 2026 - 06:37
Last Update May 30, 2026 - 06:37
Ilustrasi hujan meteor (Sumber: Envato/wirestock)
Smallest Font
Largest Font
Langit akan dihiasi berbagai fenomena astronomi sepanjang Juni 2026 yang menjadi momen menarik bagi para pengamat baik pemula maupun pecinta astronomi. Berdasarkan data dari laman In The Sky, terdapat total 4 fenomena astronomi yang diperkirakan menghiasi langit bumi dan beberapa di antaranya bisa disaksikan langsung di Indonesia secara mata telanjang jika kondisi langit cerah.
- Hujan Meteor Arietid (7–8 Juni) — Fenomena ini merupakan salah satu hujan meteor paling aktif di siang hari yang mencapai puncaknya dengan jumlah puluhan meteor per jam dan waktu terbaik untuk mengamatinya adalah menjelang fajar di ufuk timur sebelum Matahari terbit.
- Konjungsi Venus dan Jupiter (8–9 Juni 2026) — Kedua planet terang ini akan tampak sangat berdekatan dengan jarak hanya sekitar satu derajat di langit barat setelah Matahari terbenam dan dapat diamati tanpa alat bantu.
- Titik Balik Matahari atau Summer Solstice (21 Juni) — Fenomena ini menandai saat Matahari berada pada posisi paling utara di langit yang menjadi hari terpanjang dalam setahun di belahan bumi utara serta penanda penting kalender astronomi di Indonesia.
- Bulan Purnama Stroberi atau Strawberry Moon (29 Juni) — Bulan purnama ini masuk dalam kategori micromoon karena berada di titik terjauh dari bumi sehingga ukurannya terlihat sedikit lebih kecil dibandingkan purnama pada umumnya namun tetap tampak terang.


-
0
Like
-
0
Dislike
-
0
Funny
-
0
Angry
-
0
Sad
-
0
Wow
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·