PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) resmi mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp5 triliun untuk aksi pembelian kembali atau buyback saham perusahaan. Keputusan strategis ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 17 April 2026.
Langkah buyback ini merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29 Tahun 2023 untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Selain penggalangan modal, emiten milik Garibaldi “Boy” Thohir tersebut juga menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 untuk dibagikan kepada investor.
Total laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai US$447.694.220. Dari perolehan tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$447.500.000 atau setara dengan 99,96 persen dari total laba bersih tahun berjalan.
Berdasarkan ulasan Stockbit Sekuritas, rasio pembayaran dividen kali ini mencapai 100 persen, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar 36 persen. Nilai tersebut mengindikasikan dividen final sekitar Rp117 per saham dengan yield sekitar 4,6 persen merujuk harga saham ADRO pada intraday Jumat (17/4/2026).
Sebelumnya, ADRO telah menyalurkan dividen interim senilai US$250.000.000 atau Rp145,14 per saham pada 15 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar US$197.500.000, sementara jadwal pembayaran secara resmi belum diumumkan.
"Sedangkan sisanya US$197.500.000 akan dibagikan sebagai dividen tunai final," demikian bunyi laporan yang dilansir dari kabarbursa.com.
Manajemen menjelaskan bahwa sisa laba sebesar US$194.220 atau 0,04 persen akan dialokasikan sebagai saldo laba. RUPST juga mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto, dan Rekan (PwC) dengan opini wajar tanpa pengecualian.
"Jumlah tersebut mengindikasikan dividen final Rp 117/saham dan yield dividen final 4,6% berdasarkan harga saham ADRO pada intraday Jumat (17/4/2026) di 2.530/lembar," sebut ulasan Stockbit Sekuritas sebagaimana dikutip investor.id.
Selain pembagian keuntungan, rapat menyetujui perubahan anggaran dasar mengenai penarikan kembali 589.195.200 saham hasil buyback sebelumnya. Hal ini mengubah struktur permodalan perusahaan menjadi 28.800.494.200 saham dengan nilai nominal total Rp2,88 triliun.
"Cum date dan tanggal pembayaran dividen belum diumumkan," kata Stockbit.
Rapat tersebut juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada jajaran Direksi serta Dewan Komisaris atas pengawasan selama tahun 2025. Agenda lain yang disetujui meliputi penunjukan auditor untuk tahun buku 2026 serta penyesuaian kegiatan usaha sesuai KBLI 2025.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·