Aksi Laga Joe Taslim dan Yayan Ruhian Warnai Film The Furious

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Aktor laga Indonesia Joe Taslim dan Yayan Ruhian kembali beradu akting dalam film aksi terbaru berjudul The Furious yang resmi mulai tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada Rabu, 17 Juni 2026. Film arahan sutradara asal Jepang, Kenji Tanigaki, ini mengangkat tema sensitif mengenai jaringan perdagangan anak internasional di kawasan Asia Tenggara.

Alur cerita The Furious berpusat pada perjuangan Wang Wei, seorang tukang reparasi bisu yang diperankan oleh aktor China Xie Miao, dalam menyelamatkan putrinya yang diculik oleh sindikat kriminal. Dalam misi penyelamatan tersebut, Wang Wei dibantu oleh seorang jurnalis investigasi bernama Navin yang diperankan oleh Joe Taslim.

Keterlibatan Navin dalam kasus ini didasari oleh motif pribadi untuk mencari istrinya, Matia, yang hilang misterius setelah menyelidiki jaringan perdagangan anak tersebut. Penyelidikan mempertemukan mereka dengan kelompok kriminal pimpinan Paklung, yang diperkuat oleh petarung berbahaya bernama Tak yang diperankan oleh Yayan Ruhian.

Karakter Tak dalam film ini menampilkan gaya bertarung yang unik karena menggunakan busur panah dan pisau kukri untuk pertempuran jarak dekat. Kehadiran Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam kubu yang saling berhadapan ini menjadi momen pertemuan ketiga bagi kedua aktor setelah sebelumnya berduel di film The Raid dan Hit & Run.

Yayan Ruhian mengungkapkan bahwa penggunaan busur panah untuk pertarungan jarak pendek merupakan elemen pertarungan yang sangat jarang dieksplorasi dalam film laga.

"Ini satu senjata yang kayaknya belum pernah digunakan sebagai alat untuk berantem. Karena ini senjata untuk perang, tapi kok bisa digunakan untuk berantem. Jadi hal yang langka dan mungkin saya sendiri belum pernah melihat bagaimana seseorang menggunakan panah sebagai alat untuk berantem jarak dekat," kata Yayan Ruhian, aktor pemeran Tak.

Persiapan matang dilakukan oleh seluruh jajaran aktor untuk mengeksekusi adegan pertarungan tanpa menggunakan pemeran pengganti.

"Kalau untuk perang oke gitu kan, perang menggunakan busur panah. Tapi bagaimana menggunakan panah untuk fight jarak dekat, busurnya itu yang bisa jadi senjata," tambah Yayan Ruhian, aktor pemeran Tak.

Latihan intensif menjadi kunci utama dalam membawakan koreografi pertarungan yang dirancang rumit oleh tim produksi.

"Pasti (ada latihannya terlebih dahulu), kami semua ada persiapannya," ungkap Yayan Ruhian, aktor pemeran Tak.

Koreografi yang dihadirkan juga menuntut tingkat keahlian bela diri yang tinggi dari para pemerannya di depan kamera.

"Jadi koreografi yang sangat unik itu dan juga sangat kompleks. Tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai pengalaman bela diri yang lama, atau minimal pengalaman yang panjang di screen fight. Kalau tidak ada, sih, susah," tutur Yayan Ruhian, aktor pemeran Tak.

Sutradara Kenji Tanigaki menginginkan penyampaian visual yang jujur agar penonton dapat merasakan intensitas dari setiap karakter yang berhadapan.

"Memang kompleks banget dan tidak boleh double, tidak boleh menggunakan pemeran pengganti. Kenji juga sangat ingin menceritakan pertarungan ini secara jujur dan penonton bisa merasakan karakter-karakter itu benar-benar dimainkan oleh aktor-aktor yang mereka sayangi," tambah Yayan Ruhian, aktor pemeran Tak.

Di sisi lain, Joe Taslim yang memerankan tokoh jurnalis investigasi juga harus melakukan riset mendalam mengenai isu perdagangan manusia untuk mendalami karakternya.

"Banyak nonton dokumenter sih. Jadi dokumenter, terus banyak-banyak malah ada di ABC ya, TV-nya Australia, meneliti tentang child trafficking di Asia Tenggara juga banyak banget," jelas Joe Taslim, aktor pemeran Navin.

Proses transisi dari tahap riset hingga ke eksekusi naskah diakui memerlukan keterlibatan emosi yang sangat kuat demi menyampaikan pesan cerita dengan baik.

"Jadi setelah mengetahui itu, baru masuk karakter, baru kita mendalami skrip yang ada. Jadi skrip yang ada itu apa? Perkembangannya seperti apa dari awal sampai akhir. Itu sih bener-bener persiapan dari awal sampai akhir itu sangat intens," pungkas Joe Taslim, aktor pemeran Navin.

The Furious diproduksi berdasarkan naskah yang ditulis oleh Mak Tin-shu, Lei Zhilong, Shum Kwan-sin, dan Frank Hui. Film yang juga dibintangi oleh Yang Enyou, Jeeja Yanin, Brian Le, dan Joey Iwanaga ini sebelumnya telah ditayangkan perdana di Toronto International Film Festival pada 6 September 2025 serta dirilis di Hong Kong pada 12 Juni 2026.