Badan Gizi Nasional Maksimalkan Puluhan Ribu Motor Listrik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Gizi Nasional memastikan puluhan ribu unit motor listrik yang telah dibeli untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis akan tetap dioptimalkan penggunaannya. Langkah ini diambil setelah proyek pengadaan fasilitas tersebut tersandung kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat lembaga terkait.

Pemanfaatan aset negara tersebut dikonfirmasi oleh pihak internal lembaga guna menghindari kerugian yang lebih besar. Seperti dilansir dari Detik Oto, pengelolaan seluruh barang yang terlanjur dibeli menggunakan anggaran tahun 2025 kini menjadi fokus utama institusi.

"Secara keseluruhan bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di 2025, sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan. Kemarin kan sempat ada dibilang laptop dibilang IoT, CCTV dan sebagainya yang memang sudah terlanjur dibayar, dimaksimalkan," ujar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari.

Kebijakan pemanfaatan ini berlaku menyeluruh untuk semua jenis logistik yang pengadaannya bersumber dari keuangan negara. Pihak otoritas menekankan pentingnya efisiensi agar sisa belanja modal tidak terbuang sia-sia.

"Secara umum, saya nggak bicara satu-satu si kaos kaki lah, motor lah, apa enggak, tapi prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025 karena uang negara sudah keluar harus kita maksimalkan pemanfaatannya," sebut Agustina Arumsari.

Sebelumnya, institusi penegak hukum membongkar adanya ketidaksesuaian dalam proyek pengadaan 21.801 unit kendaraan roda dua berbasis listrik tersebut. Mantan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka korupsi markup harga dan telah dicopot dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi menyebutkan bahwa penyusunan pengadaan barang dan jasa tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Tindakan manipulasi anggaran berupa penggelembungan harga tanggungan dilakukan oleh Dadan bersama dua mantan wakil lembaga tersebut, yakni Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Berdasarkan data kompilasi, kendaraan operasional yang sedianya dialokasikan untuk satuan pelayanan tersebut menggunakan tipe Emmo JVX GT melalui katalog Inaproc. Kendaraan listrik yang disediakan oleh vendor PT Yasa Artha Trimanunggal itu dipatok seharga Rp 49,95 juta per unit termasuk pajak, dengan total nilai proyek keseluruhan mencapai Rp 1 triliun.