Bank Indonesia Dorong 150 UMKM Bali Gunakan QRIS Cross Border

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Bank Indonesia mendorong 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Denpasar, Bali, untuk mengadopsi sistem pembayaran digital melalui fitur QRIS Cross Border guna memperluas pasar global pada Senin (25/5/2026).

Langkah strategis tersebut diintegrasikan melalui program edukasi finansial Pintar Bareng GoPay yang diselenggarakan kolaboratif bersama Otoritas Jasa Keuangan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, serta Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia.

Melalui sistem ini, pedagang lokal di Pulau Dewata dapat menerima pembayaran langsung dari wisatawan mancanegara asal Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok tanpa proses penukaran uang tunai yang rumit.

Selain memperluas pasar, program ini membekali pelaku usaha dengan pelatihan praktis manajemen keuangan, pemanfaatan modal digital secara bijak, serta pemahaman risiko aktivitas ilegal seperti pencucian uang dan perjudian daring.

OJK dan AFPI turut mengingatkan para pelaku usaha agar selalu menggunakan layanan finansial yang legal dan berizin resmi, serta menyesuaikan pinjaman daring dengan kemampuan finansial demi mencegah risiko gagal bayar.

"The development of UMKM businesses does not only depend on the ability to manage finances, but also an understanding of how to run a business safely in the digital era. Through Pintar Bareng GoPay, together with OJK, Bank Indonesia, PPATK, and AFPI, we want to help UMKM players strengthen their business foundations, as well as understand the opportunities and risks of the development of digital financial technology," kata Audrey P. Petriny, Head of Corporate Affairs GoPay.

Pihak penyelenggara menekankan bahwa pemahaman terhadap keamanan transaksi digital menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis di era modern.

"The development of MSMEs does not only depend on the ability to manage finances, but also an understanding of running a business safely in the digital era. Through Pintar Bareng GoPay together with OJK, BI, PPATK, and AFPI, we want to help MSMEs strengthen their business foundations through the practical use of technology and ensure the safe use of technology," ujar Audrey P. Petriny, Head of Corporate Affairs GoPay dalam pernyataan tertulis yang berbeda.

Penerapan kode respons cepat ini juga ditujukan untuk memangkas kesenjangan informasi akibat sistem daring yang dinilai kurang ramah pengguna serta minimnya sosialisasi.

"Considering that Bali is a tourist destination, the existence of the QRIS Cross Border allows MSMEs to receive payments from tourists from Thailand, Malaysia, Singapore, Japan, South Korea, to China," kata Zetra Iez Zaputra, Head of the SP Policy Implementation Unit, SP Licensing, and Consumer Protection Bank Indonesia.

Otoritas moneter tersebut juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga kerahasiaan data pribadi guna menghindari penipuan digital.

"Business actors need to be alert to digital fraud, maintain the confidentiality of personal data, and understand how to transact safely. We appreciate this initiative as a tangible step in strengthening people's financial literacy, especially MSMEs. In the future, we hope that collaborations like this will continue to expand financial inclusion in Indonesia," ujar Zetra Iez Zaputra, Head of the SP Policy Implementation Unit, SP Licensing, and Consumer Protection Bank Indonesia.

Penguatan pada level pedagang kecil ini dinilai memberi dampak nyata pada perekonomian nasional berdasarkan data kontribusi jaringan ritel kelontong lokal.

Data Kontribusi Jaringan Ritel Kelontong LokalIndikator EkonomiNilai Capaian
Kontribusi Komoditas per TahunRp5,7 Triliun
Setara Pangsa Nilai UMKM Nasional0,24%
Tahun Basis Data2019

Di samping edukasi finansial di Bali, GoPay juga memperluas jangkauan pasar anak muda di Jawa Tengah lewat kegiatan komunitas pada Selasa (26/5/2026).

Platform digital ini berkolaborasi dengan EVOS Esports menyelenggarakan acara nonton bareng kompetisi MPL antara EVOS melawan ONIC di Solo yang dihadiri oleh lebih dari 110 penonton dari komunitas setempat.

Inisiatif desentralisasi ini diarahkan untuk mendekatkan ekosistem esports ke wilayah non-metropolitan sekaligus menyediakan kompetisi mini dengan total hadiah Rp5.000.000.

"Melalui EVOS GoPay Watch Party, kami melihat bagaimana interaksi di level komunitas dapat menjadi pintu masuk untuk memahami kebutuhan dan kebiasaan pengguna, khususnya di ekosistem esports yang terus berkembang," ujar Rudy Tantyo Setiawan, Head of Product Marketing GoPay.

Kegiatan di Solo tersebut turut menghadirkan talenta EVOS seperti Charmaine dan Rhea untuk meningkatkan interaksi langsung dengan para penggemar di daerah.

"Pertumbuhan esports tidak hanya terjadi di kota besar. Aktivasi seperti ini menunjukkan bahwa komunitas di daerah juga memiliki potensi yang besar, baik dari sisi partisipasi maupun engagement. Ini menjadi langkah untuk membangun ekosistem yang lebih merata," kata Aufa Bassam, Head of EVOS Esports.

Program nonton bareng ini dijadwalkan akan terus berlanjut ke beberapa kota lain di Indonesia, dan informasi pelaksanaannya dapat diakses publik melalui akun Instagram resmi GoPay dan EVOS Esports.