Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Sumatera Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada Jumat (19/6/2026).
Peringatan dini ini dikeluarkan akibat adanya kombinasi beberapa dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia, sebagaimana dilansir dari Kompas.
Prakirawan BMKG Adelia Febby menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini memerlukan perhatian khusus dari masyarakat setempat.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Sumatera Utara," jelas Febby.
Selain wilayah Sumatera Utara, BMKG memprakirakan hujan disertai kilat atau petir berpotensi terjadi di Kota Medan. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprediksi bakal mengguyur wilayah Jambi, Palembang, dan Mamuju.
Berdasarkan analisis teknis BMKG, situasi ini dipengaruhi oleh kemunculan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan Samudra Pasifik di utara Papua Barat. Fenomena tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi serta konfluensi yang memanjang di sekitar kedua kawasan tersebut.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," terangnya.
Lebih lanjut, BMKG mendeteksi adanya daerah perlambatan kecepatan angin yang terbentuk di beberapa wilayah, meliputi Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, serta Nusa Tenggara Timur. Daerah pertemuan angin juga terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Aceh, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·