Struktur ekonomi Maluku Utara mengalami perubahan signifikan dalam sepuluh tahun terakhir seiring pergeseran komoditas utama menjadi pusat hilirisasi nikel nasional. Hal itu disampaikan dalam pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ternate, Kamis (18/6/2026). Sektor industri pengolahan nikel tersebut berhasil memacu pertumbuhan ekonomi wilayah ini hingga mencapai angka dua digit, seperti dilansir dari Money.
Sebaliknya, kontribusi sektor pertanian justru tercatat mengalami penurunan cukup pesat. Kepala Badan Pusat Statistik RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa perubahan progresif ini harus direkam secara akurat lewat sensus. Pendataan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Maluku Utara adalah provinsi dengan aktivitas ekonomi yang progresif dan sedang berkembang dengan pesat. Oleh sebab itu, secara ekonomi Maluku Utara cukup penting bagi Indonesia, sehingga pencanangan hari ini saya hadiri secara langsung,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS RI.
Amalia menambahkan bahwa hasil sensus ini nantinya dapat digunakan untuk menemukan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Wilayah kepulauan ini juga dinilai memiliki potensi besar pada sektor pariwisata serta hilirisasi perkebunan pala dan cengkeh. Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi di wilayahnya perlu diwaspadai karena sangat bergantung pada industri ekstraktif pertambangan. Sektor komoditas tambang tersebut suatu saat dipastikan akan habis.
“Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan, kami butuh data yang tepat, seperti mengetahui industri apa yang sedang happening, booming, pertumbuhan ekonomi tertinggi di kabupaten mana, dan kendala apa yang dihadapi pelaku usaha di Maluku Utara,” jelas Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara. Pemerintah daerah memerlukan data akurat tersebut untuk memetakan kebutuhan pelaku usaha secara rinci, termasuk modal dan konektivitas pasar. Sherly turut mengimbau seluruh pelaku usaha agar mendukung kesuksesan pelaksanaan sensus ekonomi tersebut.
13 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·