BRI Bagikan Dividen Tunai Rp52,1 Triliun untuk Tahun Buku 2025

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menetapkan pembagian dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham pada Senin, 13 April 2026. Keputusan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk imbal hasil bagi pemegang saham.

Total nilai dividen tersebut sudah termasuk dividen interim senilai Rp20,6 triliun atau Rp137 per saham yang telah didistribusikan kepada investor pada 15 Januari 2026. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bloombergtechnoz, sisa dividen tunai yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham adalah sebesar Rp31,47 triliun.

Investor yang berhak menerima sisa dividen sebesar Rp209 per saham tersebut harus tercatat dalam daftar pemegang saham (recording date) pada Rabu, 22 April 2026. Adapun jadwal pembayaran dividen untuk pasar reguler, negosiasi, maupun pasar tunai akan dilaksanakan serentak pada 8 Mei 2026.

Langkah korporasi ini didukung oleh capaian laba konsolidasian BRI sepanjang tahun buku 2025 yang menembus angka Rp57,132 triliun. Dari total keuntungan tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp56,65 triliun sebagai basis penetapan dividen final.

"Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja Perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan," ujar Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.

Selain faktor finansial, Hery menegaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan Anggaran Dasar Perseroan dan tata kelola perusahaan yang baik. BRI kini berfokus memperkuat posisi sebagai tulang punggung pembiayaan segmen UMKM guna menjaga efisiensi operasional dan akses layanan melalui inovasi digital.

Sebagai anggota dari Danantara, BRI memosisikan pembagian dividen ini sebagai kontribusi strategis terhadap pembangunan nasional. Hal tersebut sejalan dengan peran perseroan dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan di Indonesia.

Keputusan pembagian dividen dalam jumlah besar ini juga menjadi indikator stabilitas kinerja keuangan BRI di tengah dinamika ekonomi global. Manajemen optimistis fondasi bisnis yang kuat akan terus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi nasabah maupun pemegang saham.