Bukan Disiksa Sungguhan, Ini Asal-usul Nama Tahu Siksa Khas Betawi

Sedang Trending 9 jam yang lalu
Jakarta -

Tahu siksa merupakan jajanan Betawi yang punya proses memasak dan nama yang unik. Sayangnya, kudapan ini mulai langka ditemukan.

Budaya Betawi masih terasa kental di beberapa sisi di kota Jakarta. Tak hanya dari logat kesehariannya tetapi juga melalui makanan-makanan tradisional, yang masih bertahan sampai sekarang.

Sayangnya, sebagian makanan khas Betawi mulai langka ditemukan. Salah satunya seperti sajian tahu siksa. Kudapan dengan nama yang unik ini punya banyak fakta menarik di baliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahu siksa bukan hanya sekadar olahan tahu biasa. Jajanan ini punya cara pengolahan yang berbeda dari tahu goreng yang biasa ditemukan kebanyakan maupun dari daerah lain.

Dilansir dari situs Seni Budaya Betawi (19/06/2026), berikut ini empat fakta seputar tahu siksa khas Betawi:

Bukan Disiksa Sungguhan, Ini Asal-usul Nama Tahu Siksa Khas BetawiTahu Siksa merupakan jajanan khas Betawi yang dimasak dengan cara sederhana. Foto: Istimewa


1. Kuliner Khas Betawi

Tahu siksa dikenal sebagai salah satu jajanan khas masyarakat Betawi yang ada sejak lama. Makanan ini menggunakan bahan utama tahu yang diolah dengan cara sederhana.

Tetapi menghasilkan tekstur dan rasa yang berbeda dari olahan tahu pada umumnya. Jajanan ini dahulu mudah ditemukan dalam acara keluarga, hajatan, hingga kegiatan tradisional.

Tahu siksa diturunkan dari generasi ke generasi. Sayangnya kudapan ini justru mulai tergerus dengan makanan modern yang membuatnya mulai langka ditemukan.

2. Arti Nama 'Siksa'

Hal paling menarik dari tahu siksa adalah asal-usul namanya. Disebut "siksa" bukan karena rasanya menyiksa atau bahan pembuatannya aneh, melainkan karena proses memasaknya yang dianggap seperti "menyiksa" tahu.

Berbeda dengan tahu goreng biasa yang dimasukkan ke dalam minyak panas dalam jumlah banyak, tahu siksa dimasak menggunakan sedikit minyak. Tahu diletakkan di atas wajan lalu dimasak perlahan hingga bagian luarnya berubah tekstur.

Proses memasak dengan api kecil membuat tahu mengalami perubahan secara bertahap. Teknik ini yang dipercaya menjadi alasan munculnya nama tahu siksa karena tahu seperti "dipaksa" matang secara perlahan di atas panas wajan.

3. Proses Memasak yang Sederhana

Tahu siksa biasanya dibuat menggunakan tahu kuning atau tahu yang memiliki tekstur cukup padat. Bumbu yang digunakan tidak terlalu rumit, umumnya hanya menggunakan garam atau bumbu sederhana agar rasa asli tahu tetap terasa.

Kesederhanaan bahan menjadi salah satu ciri khas makanan tradisional Betawi. Meski hanya menggunakan tahu dan bumbu minimal, proses memasak membuat bagian luar tahu menjadi lebih kering sementara bagian dalamnya tetap lembut.

Saat disajikan, tahu siksa biasanya dipadukan dengan sambal kacang atau cabai rawit. Perpaduan rasa gurih dari tahu dengan sensasi pedas membuat jajanan ini punya karakter rasanya sendiri.

Bukan Disiksa Sungguhan, Ini Asal-usul Nama Tahu Siksa Khas BetawiSayangnya, kudapan ini mulai langka di pasaran. Foto: Istimewa

4. Tahu Siksa Mulai Langka di Pasaran

Tahu siksa kini mulai sulit ditemukan karena semakin banyak makanan modern yang berkembang. Perubahan pola konsumsi masyarakat membuat jajanan lama seperti ini tidak lagi sepopuler dahulu.

Tetapi masih ada beberapa pedagang yang mempertahankan keberadaan tahu siksa, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Para penjual ini yang membuat keberadaan tahu siksa masih sedikit terselematkan.

Pada wilayah satelit Jakarta, seperti Depok dan Citayam, tahu siksa masih bisa ditemukan. Namun jumlah penjualnya yang sedikit membuat generasi sekarang tak terlalu mengenal tahu siksa.

Simak Video "Kampung Pengrajin Budaya Condet Tawarkan Kuliner Khas Betawi Sejak 1953"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/sob)