Bule Jerman Jualan Pancake hingga Restoran Indonesia Sejak Era Kolonial

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Jakarta -

Bule Jerman jualan pancake di Kemayoran menarik perhatian pembaca. Ada juga sate maranggi di Cempaka Putih hingga restoran yang eksis sejak era kolonial.

Bisnis kuliner kaki lima kini juga dijalani warga negara asing. Salah satunya ekspatriat asal Jerman yang mendadak heboh jadi perbincangan setelah berjualan pancake di Kemayoran.

Sate maranggi yang terbuat dari daging sapi punya banyak penggemar yang tak kalah dari jenis sate lainnya. Salah satu yang tersohor adalah Sate Maranggi Hj. Yetty yang awalnya buka di Purwakarta. Ternyata kelezatan sate ini kini juga bisa dinikmati di Cempaka Putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seolah tak lekang oleh zaman, banyak restoran dan tempat makan yang sudah eksis sejak zaman dahulu sampai sekarang. Keberadaannya tak tergerus dengan modernisasi kafe juga restoran kekinian. Beberapa di antara restoran tertua bahkan telah eksis sejak era kolonial.

Berikut ini berita terpopuler detikFood yang menarik perhatian pembaca kemarin (14/6/2026):

Pancake GermanBule Jerman menjadi sorotan gegara jualan pancake di Kemayoran. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

1. Bule Jerman Jualan Pancake

Seorang warga negara Jerman mencuri perhatian setelah menjual pancake khas negaranya dengan harga terjangkau. Berjualan di kawasan Kemayoran, pancake yang dibuat dengan resep khas Jerman ini dibanderol mulai dari Rp10 ribuan per porsi.

Menu tersebut dikenal sebagai Eierkuchen, yaitu pancake tradisional Jerman yang memiliki tekstur berbeda dari pancake Amerika pada umumnya. Adonannya dibuat dari campuran telur, tepung, susu, mentega, baking powder, gula, dan garam, kemudian dimasak tipis menyerupai crepes sebelum diberi berbagai pilihan topping.

Pemilik usaha membawa resep tersebut dari Jerman dan menyesuaikannya dengan bahan serta selera pasar Indonesia. Antusiasme pembeli membuat usaha ini mampu menjual lebih dari 100 porsi dalam sehari, bahkan sudah ramai sejak subuh.

2. Sedap Smokey Sate Maranggi Hj Yetty

Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dikenal punya beragam pilihan kuliner menarik, mulai dari makanan khas Nusantara hingga hidangan legendaris yang sudah memiliki banyak penggemar. Salah satunya
Sate Maranggi Hj. Yetty yang menghadirkan sate maranggi khas Purwakarta.

Sate maranggi di tempat ini menjadi menu andalan dengan potongan daging sapi yang empuk dan bumbu yang meresap. Daging terlebih dahulu dimarinasi dengan racikan rempah khas sebelum dibakar hingga menghasilkan aroma smokey yang menggugah selera.

Selain sate sapi, tersedia juga pilihan sate ayam dan kambing dengan harga yang berbeda. Tak hanya sate maranggi, pengunjung juga bisa mencicipi menu berkuah seperti gulai sapi dan soto daging sapi santan.

Nostalgia di Braga Permai, Restoran dari Era Kolonial Berusia 106 TahunNostalgia di Braga Permai, Restoran dari Era Kolonial Berusia 106 Tahun Foto: Braga Permai/Archive

3. 5 Restoran Sejak Era Kolonial

Di tengah banyaknya restoran dan kafe modern yang terus bermunculan, sejumlah tempat makan legendaris di Indonesia masih mampu bertahan melewati pergantian zaman. Bahkan beberapa di antaranya sudah berdiri sejak masa kolonial dan menjadi saksi perjalanan panjang budaya kuliner Tanah Air.

Salah satu restoran tertua yang masih eksis adalah Warung Tinggi Tek Sun Ho sejak 1878 di kawasan Batavia, kini dikenal sebagai Jakarta. Kedai kopi ini terkenal dengan racikan kopi tradisional yang diwariskan lintas generasi.

Selain itu, ada pula Toko Oen yang berdiri pada 1910 dan dikenal lewat sajian es krim klasik dengan resep lama keluarga Oen. Rahasia tempat-tempat makan tersebut tetap bertahan adalah dengan menjaga resep autentik, pelayanan khas, hingga atmosfer tempo dulu yang menjadi daya tarik bagi pelanggan lama maupun generasi baru.

Simak Video "Cobain Sate Klatak dan Maranggi yang Buka 24 Jam"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)