Crystal Palace Siap Jual Jean Philippe Mateta Musim Panas Ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Manajemen klub Liga Inggris Crystal Palace dilaporkan bersiap menyetujui penjualan penyerang asal Prancis Jean-Philippe Mateta pada bursa transfer musim panas ini guna menggalang dana segar untuk memperkuat komposisi skuad mereka.

Langkah tersebut diambil menyusul penolakan berulang kali dari penyerang berusia 28 tahun itu untuk menandatangani kontrak baru di Selhurst Park demi mencari tantangan baru. Berdasarkan laporan Football Insider pada Senin, 15 Juni 2026, manajemen klub berjuluk The Eagles itu berharap mengantongi biaya transfer yang layak untuk menyokong manajer baru, Pierre Sage, menjelang kompetisi Liga Europa musim 2026-2027.

Mateta yang mencetak 16 gol musim lalu dan menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano di final UEFA Europa Conference League pada Mei lalu, kini tengah membela timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Situasi Mateta saat ini dipantau oleh Newcastle United, Nottingham Forest, dan AC Milan, setelah sebelumnya kepindahan senilai 35 juta poundsterling ke AC Milan batal pada Januari lalu akibat masalah lutut saat tes medis.

Selain rumor transfer di Crystal Palace, West Ham United yang terdegradasi ke Championship juga bersiap melepas pemain sayap Crysencio Summerville demi menyeimbangkan pembukuan keuangan mereka. Pemain asal Belanda berusia 24 tahun yang sedang membela negaranya di Piala Dunia 2026 tersebut kini menarik minat dari sejumlah klub Serie A seperti Roma, Napoli, AC Milan, hingga raksasa Prancis Paris Saint-Germain.

Sementara itu, penyerang Everton Iliman Ndiaye menegaskan komitmennya meskipun dikaitkan dengan Manchester United dan Manchester City setelah tampil impresif di bawah asuhan David Moyes dengan menyumbang enam gol dan tiga assist dari 32 laga Liga Inggris musim lalu. Pemain timnas Senegal berusia 26 tahun tersebut merefleksikan kegagalannya saat sempat semusim membela klub Prancis, Marseille, sebelum pindah ke Goodison Park pada Juli 2024 dan mengakui adanya kesulitan beradaptasi karena kurangnya pengalaman di level tertinggi.

"At a club like [Marseille], you have to perform very quickly," kata Iliman Ndiaye, penyerang Everton kepada Foot Mercato.

Ndiaye mengakui dirinya sempat kesulitan beradaptasi di Prancis karena tidak benar-benar melewati akademi remaja dan baru mencicipi satu musim profesional di kasta kedua Liga Inggris.

"The reality is that I didn’t really go through a youth academy, and I’d only had one professional season in the English second tier, so there were still gaps in my game for a top French club that has to be among the best. I lacked a bit of experience at the highest level." ujar Iliman Ndiaye menambahkan.

Dirinya sempat menginginkan musim kedua di Prancis untuk membuktikan perkembangan performanya, namun pembicaraan mengenai ketertarikan Everton menyudahi masa baktinya lebih cepat karena tidak ada pihak manajemen yang menahannya.

"I would have liked a second season at Marseille to show my progress. When we discussed Everton’s interest with the club’s management, nobody wanted to keep me. At least it was clear…" tutur Iliman Ndiaye.

Pemain berusia 26 tahun itu meyakini bahwa pengalamannya di Premier League saat ini akan membuat cerita yang berbeda jika ia datang ke Marseille lebih lambat.

"It’s certain that if I’d arrived two years later, with two Premier League seasons under my belt, I’m sure the story would have turned out very differently at OM." ucap Iliman Ndiaye.

Meskipun demikian, Ndiaye merasa periode satu musim di Prancis tersebut memberikan pelajaran berharga serta membentuk dirinya menjadi pemain yang lebih baik untuk karier jangka panjang. Kontrak Ndiaye di Everton saat ini masih menyisakan tiga tahun dengan nilai pasar mencapai 55 juta euro menurut data Transfermarkt, dan ia merasa hubungannya dengan Marseille belum sepenuhnya berakhir.

"I’m a believer and I think what happened was meant to happen," kata Iliman Ndiaye memungkasi wawancara.

Ndiaye merasa periode satu musim di Prancis tersebut memberikan pelajaran berharga serta menganggap cerita dirinya dengan klub tersebut belum sepenuhnya berakhir.

"Perhaps that season in Marseille even helped me in the long run. And I’m certain the story isn’t over at all with Marseille." tutur Iliman Ndiaye.