Badan Pengaturan (BP) BUMN dan Danantara Indonesia membantah kabar mengenai perombakan jajaran direksi PT PLN (Persero) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang sempat beredar luas di masyarakat pada Senin (8/6/2026).
Penegasan mengenai ketidakbenaran isu tersebut disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta.
"Berita itu ya (pergantian direksi)? RUPS-nya belum," ujar Dony Oskaria, Kepala BP BUMN.
Pelaksanaan RUPS PLN sendiri baru dijadwalkan bakal berlangsung pada 15 Juni 2026 mendatang, namun agenda resmi terkait pembahasan perubahan susunan pengurus perseroan belum dapat dipastikan secara detail.
"Belum tahu. Belum tahu. Hoaks, kali. Kan kalau mau RUPS suka banyak hoaks," ucap Dony Oskaria.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dan dilansir dari Money, sebelumnya sempat beredar kabar bahwa pemegang saham PLN telah mencopot lima anggota direksi dalam sebuah pertemuan luar biasa.
Pejabat yang diisukan dicopot meliputi Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem Edwin Nugraha Putra, Direktur Retail dan Niaga Adi Priyanto, serta Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan Evy Haryadi.
Selain itu, nama Direktur Keuangan Sinthya Roesly dan Direktur Manajemen Risiko Adi Lumakso juga masuk dalam daftar direksi yang dikabarkan diganti.
Isu yang beredar tersebut bahkan memuat sejumlah nama baru, termasuk pengangkatan Yusuf Didi Setiarto sebagai Wakil Direktur Utama PLN, serta penunjukan direktur baru untuk bidang transmisi, retail, teknologi, legal, keuangan, hingga perencanaan korporat.
Sementara itu, posisi Direktur Utama dikabarkan tetap dijabat oleh Darmawan Prasodjo, bersama Suroso Isnandar sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, serta Arsyadany G Akmalaputri sebagai Direktur Distribusi.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·