Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan penanaman bibit kakao di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari peninjauan langsung terhadap integrasi hulu-hilir industri cokelat lokal. Dalam kunjungan ke Distrik Ransiki tersebut, Wapres didampingi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, serta kelompok tani dari PT Ebier Suth.
Perkebunan kakao yang dikelola bersama ini mencakup area seluas 2.000 hektare. Gibran kemudian melanjutkan peninjauan ke pabrik Cokelat Mansel untuk melihat tahapan produksi dari biji mentah hingga siap saji. Pabrik ini memberdayakan masyarakat setempat dengan mempekerjakan 90 persen atau sekitar 189 orang asli Papua.
"Kami sudah ekspor ke luar Papua, sampai ke luar negeri," kata salah satu pekerja pabrik Cokelat Mansel.
Komoditas kakao dari daerah ini menjadi salah satu produk unggulan asli tanpa bahan campuran yang telah menembus pasar internasional. Selain kakao, komoditas Kopi Arabika Kwau dari Distrik Mokwam juga turut dipromosikan dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari. Lahan budidaya kopi pegunungan Papua tersebut saat ini telah mencapai 70 hektare, dengan 15 hektare di antaranya sudah mulai berproduksi. Berdasarkan hasil pengujian standar, kopi ini mencatatkan skor cupping sebesar 80,2 yang memasukkannya ke dalam kategori specialty coffee.
"Tanaman kopi yang kami kembangkan rata-rata baru berusia sekitar lima tahun sehingga produksinya belum maksimal. Namun kebun yang sudah menghasilkan saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif," kata Semuel Mandacan, Pemilik Kebun Kopi Arabika Kwau. Kapasitas panen saat ini masih berada di kisaran 150 kilogram per periode panen karena keterbatasan usia tanaman. Kendati demikian, karakter rasa khas yang memadukan asam dan manis secara seimbang menjadi daya tarik utama produk ini.
"Kelebihan Kopi Arabika Kwau terletak pada karakter rasanya yang memiliki perpaduan asam dan manis yang seimbang. Nilai kualitasnya mencapai 80,2, sehingga memiliki peluang besar untuk dipasarkan lebih luas," ujar Semuel Mandacan. Pihak pengelola telah menyediakan sekitar 50 hingga 150 bungkus produk kemasan siap jual selama pergelaran Pesparawi.
Produk ini disiapkan untuk memenuhi permintaan buah tangan dari para tamu daerah. "Kami sudah menyiapkan sekitar 50 hingga 150 bungkus kopi untuk dipasarkan selama PESPARAWI. Harapannya para tamu dapat membawa Kopi Arabika Kwau sebagai oleh-oleh khas Manokwari sekaligus membantu memperkenalkan produk ini ke daerah masing-masing," tutur Semuel Mandacan.
Pada hari yang sama, Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi bersama istrinya, Yamina Waryensi, mengunjungi kontingen Pesparawi asal Kabupaten Kaimana di Penginapan BPMP Papua Barat, Amban. Kunjungan ini bertujuan memotivasi peserta yang akan mewakili Papua Barat dalam lima kategori lomba.
Rangkaian kunjungan kerja Wapres Gibran diatur berlangsung pada 18-21 Juni 2026 melintasi empat provinsi. Setelah membuka Pesparawi XIV di Manokwari, Wapres dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada Minggu, 21 Juni 2026, untuk meninjau sejumlah fasilitas publik.
5 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·