Google dan Blackstone Inc. sepakat mendirikan entitas usaha joint venture di bidang cloud artificial intelligence pada Senin, 18 Mei 2026. Kolaborasi raksasa teknologi dan perusahaan ekuitas ini bertujuan menantang dominasi pemain pasar neocloud seperti CoreWeave Inc.
Pembentukan bisnis baru tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz yang mengutip laporan awal dari The Wall Street Journal. Entitas ini mendapatkan kucuran modal ekuitas awal sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp88,5 triliun dari Blackstone sebagai pemegang saham mayoritas.
Total nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai US$25 milar atau setara Rp442 triliun jika memperhitungkan leverage yang digunakan. Langkah ekspansif tersebut diambil demi merespons lonjakan permintaan infrastruktur komputasi yang menjadi fondasi utama pengoperasian model-model AI modern.
Perusahaan patungan ini menargetkan penguasaan kapasitas komputasi hingga 500 megawatt pada tahun depan. Seluruh operasional pusat data baru tersebut akan ditenagai oleh chip AI tensor processing units buatan Google, dengan Benjamin Treynor Sloss selaku eksekutif senior Google yang ditunjuk menjadi CEO.
Kehadiran entitas ini akan memperketat persaingan dengan neoclouds seperti CoreWeave dan Nebius Group NV yang menyewakan daya komputasi dari chip Nvidia Corp. Di sisi lain, Google terus memperluas kapasitas pusat data internal demi memenuhi kebutuhan pelanggan eksternal dan layanan AI milik mereka sendiri.
Blackstone saat ini mengklaim posisi sebagai penyedia pusat data terbesar di dunia dengan total aset kelolaan menembus US$1,3 triliun. Sebelum proyek ini berjalan, Blackstone telah mengakuisisi operator pusat data QTS pada 2021, membeli AirTrunk pada 2024, serta menggelar IPO Blackstone Digital Infrastructure Trust Inc. pada awal bulan ini.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·