Gus Ipul Dialog dengan Eks Napiter di Palu

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggelar dialog langsung dengan puluhan mantan narapidana terorisme (eks napiter) di Auditorium UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (20/4/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan rehabilitasi dan pemberdayaan sosial bagi kelompok rentan tersebut agar dapat kembali berfungsi normal di masyarakat.

Agenda ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial dan UIN Datokarama Palu mengenai penanganan kelompok rentan. Berdasarkan laporan dari Detikcom, terdapat 67 eks napiter yang hadir sebagai perwakilan dari total 105 orang yang bernaung di bawah dua lembaga kesejahteraan sosial setempat.

Gus Ipul menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memahami dinamika yang dialami para peserta selama menjalani proses kembali ke masyarakat. Pihaknya berupaya menyinkronkan program pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan melalui komunikasi dua arah secara terbuka.

"Pada kesempatan hari ini saya sebenarnya lebih banyak ingin mendengar dari bapak-bapak dan saudara-saudara sekalian, karena saudara sekalian sudah lama berproses, tidak hanya dengan Pak Lukman (Rektor UIN Palu), mungkin juga dengan institusi-institusi lain yang terkait dengan bidang tugas deradikalisasi," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026).

Kementerian Sosial menjabarkan tiga pilar utama dalam memberikan pelayanan, yakni perlindungan jaminan sosial, rehabilitasi, serta pemberdayaan. Ketiga aspek tersebut dirancang untuk memulihkan kondisi psikis dan fisik sekaligus memberikan dukungan ekonomi berkelanjutan bagi para penerima manfaat.

"Perlindungan dan jaminan sosial adalah terkait dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar, sementara rehabilitasi sosial adalah upaya untuk memulihkan baik psikis maupun sosial dan fisik, agar fungsi-fungsi sosialnya bisa utuh kembali, dan yang terakhir melakukan pemberdayaan sosial," jelas Gus Ipul.

Penentuan jenis bantuan yang akan disalurkan akan didasarkan pada hasil asesmen mendalam untuk setiap individu. Gus Ipul menekankan pentingnya mengetahui secara spesifik apakah para eks napiter tersebut membutuhkan pelatihan keterampilan tertentu atau justru membutuhkan suntikan modal usaha untuk mandiri secara finansial.

"Nanti kita bersama-sama dengan yayasannya, anggotanya butuh apa, ya asesmen itu maksudnya butuh apa, butuhnya apa, maunya apa, mau punya keterampilan di bidang tertentu atau butuh modal usaha, penguatan-penguatan di bidang usaha," tutur Gus Ipul.

Sesi diskusi berjalan secara dinamis di mana para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan hidup yang mereka hadapi. Salah satu peserta, Akbar, memberikan apresiasi atas kehadiran jajaran pimpinan kementerian yang bersedia turun langsung menemui mereka di daerah.

"Dari sekian banyaknya instansi-instansi yang bersilaturahmi kepada kami, ini mungkin satu-satunya kementerian yang betul-betul datang langsung sekaligus dengan pimpinan-pimpinannya dan itu suatu kehormatan buat kami," kata Akbar.

Akbar mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah sangat krusial mengingat besarnya tantangan sosial saat berupaya berbaur kembali dengan warga. Ia berharap jalinan komunikasi antara pemerintah dan para pendamping eks napiter tidak terputus setelah acara ini berakhir.

"Jadi intinya saya berharap silaturahmi kita tidak berhenti di hari ini, saya berharap akan berlanjut dan kita bisa saling membantu saling support dan saling menjaga," ucap Akbar.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Rektor UIN Datokarama Palu Lukman S. Thahir dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo. Selain itu, hadir pula Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib beserta jajaran pejabat terkait lainnya.