Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta -

Beredar video tentang harga asli Pertalite yang lebih mahal dari harga jual Pertamax. Dalam video tersebut disampaikan informasi harga Pertalite tanpa subsidi mencapai Rp 18.040 per liter.

Video yang diunggah ke media sosial itu memperlihatkan pembelian Pertalite pada 11 Juni 2026 dengan harga Rp 10 ribu. Namun dalam struk itu tercantum harga asli yang mencapai Rp 18.040 per liter. Artinya pemerintah memberikan subsidi Pertalite sebesar Rp 8.040 per liter.

"Betul, ada unsur subsidinya makanya hanya dijual 10.000/liter," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M V Dumatubun kepada detikOto, Selasa (16/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roberth menjelaskan selisih antara harga keekonomian dan harga jual di SPBU tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

"Benar besaran (Rp) 8.000-an adalah beban subsidi yang ditanggung pemerintah," tambah dia.

Dia mengatakan kebijakan subsidi BBM sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah, bukan dari Pertamina. Dengan begitu, pihaknya hanya menjalankan penugasan dari pemerintah.

"Kebijakan Program Subsidi BBM adalah kewenangan dan ditentukan oleh pemerintah, kebijakan tersebut tidak oleh Pertamina. Maka subsidi diberikan pada BBM JBKP yaitu Pertalite dan Pertamina sebagai operator patuh kepada kebijakan pemerintah," kata Roberth.

Sementara itu, harga Pertamax dengan RON lebih tinggi saat ini dijual Rp 16.250 per liter tanpa adanya subsidi. Masih lebih murah dari harga ekonomi Pertalite. Apa alasannya?

"Karena harga Pertamax belum sepenuhnya sesuai mengacu pada harga keekonomian," kata dia.

Roberth menjelaskan harga keekonomian Pertamax sejatinya lebih tinggi dari Pertalite.

"Saat ini penyesuaian kenaikan harga Pertamax masih di level sekitar 50% dari harga keekonomian, di mana dengan RON lebih tinggi dan kualitas lebih baik, harga Pertamax pasti di atas Pertalite secara keekonomian," kata dia.

Roberth menggarisbawahi adanya andil serta peran besar dari pihak pemerintah dan juga Pertamina di dalam struktur harga jual Pertamax yang berlaku sekarang.

"Per tanggal 10 Juni kemarin dilakukan penyesuaian harga jual Pertamax dalam rangka mengamankan daya beli dan ekonomi serta menyesuaikan agar beban fiskal pemerintah dan badan usaha tetap kondusif," kata Roberth.

"Penyesuaian harga juga dilakukan oleh semua BU (badan usaha) Swasta. Harga yang disesuaikan juga tidak sepenuhnya mengikuti harga keekonomian berbasis harga pasar atau internasional," tambah dia.


(riar/lua)