IHSG Melemah ke Level 7.594 Saat Laba Fore Kopi Melonjak

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,52 persen hingga parkir di posisi 7.594,11 pada penutupan perdagangan Senin (20/4). Dilansir dari Detik Finance, pergerakan indeks tertekan oleh pelemahan seluruh sektor saham meskipun investor asing masih melakukan aksi beli bersih.

Sektor properti menjadi pemberat utama dengan koreksi terdalam mencapai 2,04 persen. Beberapa saham yang menekan indeks antara lain BRPT yang turun 4,04 persen, TCPI merosot 10,17 persen, serta AMRT yang melemah 4,04 persen pada hari yang sama.

Meski indeks gabungan memerah, sejumlah saham seperti BRMS mencatatkan penguatan sebesar 6,47 persen, diikuti BBCA naik 0,78 persen, dan IMPC meningkat 4,78 persen. Investor asing membukukan net buy senilai Rp124,49 miliar di pasar reguler atau mencapai Rp380,73 miliar di seluruh pasar.

Kondisi pasar global juga terpantau negatif dengan pelemahan pada bursa Amerika Serikat. Indeks Dow Jones turun tipis 0,01 persen ke level 49.442, sementara S\&P 500 terkoreksi 0,24 persen ke 7.109 dan Nasdaq melemah 0,26 persen ke posisi 24.404.

Sentimen negatif global ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Teluk Oman setelah Presiden AS Donald Trump merespons keberadaan kapal kargo Iran. Tekanan pasar internasional ini turut berdampak pada penurunan ETF EIDO sebesar 1,39 persen.

Di tengah fluktuasi pasar, Fore Kopi Indonesia (FORE) melaporkan pertumbuhan kinerja signifikan pada kuartal I-2026 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp9,43 miliar. Angka tersebut melesat 60,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp5,87 miliar.

Pendapatan FORE turut meningkat 52,40 persen menjadi Rp444,46 miliar, walaupun beban pokok penjualan juga naik 54,34 persen. Perusahaan kini telah mengoperasikan 346 gerai setelah menambah 24 unit baru di kota-kota seperti Tasikmalaya, Sidoarjo, dan Kediri.

Sementara itu, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengumumkan pembagian dividen tahun buku 2025 senilai Rp229 per saham atau total Rp1,10 triliun. Jumlah ini setara dengan 50 persen dari total laba bersih perusahaan yang mencapai Rp2,24 triliun.

Pembayaran dividen final sebesar Rp170 per saham dijadwalkan cair pada 15 Mei mendatang bagi pemegang saham yang terdaftar hingga 4 Mei. Sebelumnya, perusahaan telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp59 per saham pada Oktober 2025.

Astra Otoparts juga melakukan perombakan jajaran manajemen dengan menunjuk Yusak Kristian Solaeman sebagai Presiden Direktur. Thomas Junaidi Alim W dipercaya menjabat Presiden Komisaris, sementara Gidion Hasan kini menempati posisi Komisaris.

Penetapan honorarium untuk Dewan Komisaris disepakati maksimal Rp4,09 miliar per tahun yang dibayarkan sebanyak 13 kali. Penentuan pembagian detail honorarium tersebut diserahkan sepenuhnya kepada wewenang Presiden Komisaris.