Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan sebesar 22,97 poin atau turun 0,32 persen ke posisi 7.106,52 pada penutupan perdagangan Senin, 27 April 2026. Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual masif dari pemodal internasional di tengah dinamika pasar reguler.
Sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing mencapai angka Rp2 triliun di pasar reguler. Tren serupa juga terlihat pada keseluruhan pasar saham Indonesia dengan nilai pelepasan aset yang setara yakni mencapai Rp2 triliun.
Sektor perbankan menjadi sasaran utama pelepasan portofolio, di mana PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai jual bersih tertinggi sebesar Rp896,04 miliar. Kondisi tersebut memaksa harga saham BBCA terkoreksi 1,24 persen hingga menyentuh level Rp5.975 per lembar saham.
Selain perbankan swasta, sejumlah bank milik negara dan emiten tambang turut mengalami tekanan jual yang cukup signifikan sepanjang hari perdagangan tersebut. Investor terpantau melakukan aksi keluar pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar lainnya secara beruntun.
| 1 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | Rp896,04 miliar |
| 2 | PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) | Rp678,51 miliar |
| 3 | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) | Rp200,25 miliar |
| 4 | PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) | Rp92,24 miliar |
| 5 | PT Astra International Tbk (ASII) | Rp68,15 miliar |
| 6 | PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) | Rp58,92 miliar |
| 7 | PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) | Rp44,06 miliar |
| 8 | PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) | Rp40,26 miliar |
| 9 | PT Barito Pacific Tbk (BRPT) | Rp37,4 miliar |
| 10 | PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) | Rp36,84 miliar |
Berbeda dengan tren negatif pada mayoritas saham unggulan, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) justru menjadi incaran investor asing dengan torehan net buy sebesar Rp85,84 miliar. Tingginya minat beli ini berhasil mendorong kenaikan harga saham EMAS sebesar 4,31 persen ke level Rp9.700 per lembar.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·