Tim nasional sepak bola Iran berhasil mempertahankan catatan tidak terkalahkan dalam dua pertandingan awal babak penyisihan Grup G Piala Dunia 2026 pada Senin, 22 Juni 2026. Pencapaian ini diraih skuad asuhan Amir Ghalenoei di tengah situasi konflik bersenjata yang melanda negara mereka dalam setengah tahun terakhir.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bloombergtechnoz, tim berjuluk Melli ini mengemas dua poin setelah bermain imbang tanpa gol saat berhadapan dengan Selandia Baru dan Belgia. Rentetan hambatan besar harus dilalui para pemain sepanjang masa persiapan akibat situasi geopolitik domestik.
Pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei, menegaskan bahwa performa anak asuhnya di atas lapangan hijau tidak boleh dilepaskan dari kondisi krisis yang menjepit ruang gerak tim selama enam bulan ke belakang.
"Saya ingin kembali enam bulan ke belakang," ujarnya kepada wartawan.
Ketiadaan kompetisi domestik yang bergulir menjadi pukulan telak bagi kebugaran fisik pemain. Ghalenoei membeberkan bahwa agenda pemusatan latihan terpecah berantakan akibat kendala administratif dan pembatasan wilayah.
"Kami berada dalam kondisi perang selama enam bulan; liga kami tidak berjalan." kata Amir Ghalenoei, Pelatih Iran.
Masalah penundaan visa dan pembatalan sepihak laga uji coba oleh negara-negara lawan membuat komposisi pemain domestik dan luar negeri sulit menyatu. Ghalenoei menyebut armadanya menginjakkan kaki di turnamen akbar ini dengan modal paling minim.
"Banyak tim membatalkan pertandingan yang seharusnya mereka mainkan melawan kami. Kami datang ke Piala Dunia dalam kondisi yang paling buruk," katanya.
Kini Iran berpacu dengan waktu pemulihan yang sangat singkat setelah hanya berlatih kurang dari 16 jam sebelum menahan imbang Belgia. Timnas Iran harus segera terbang kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko, guna bersiap menghadapi laga krusial berikutnya melawan Mesir di Seattle pada hari Jumat mendatang.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·