Pemerintah Iran menetapkan hari libur nasional selama tiga hari di ibu kota Teheran untuk memfasilitasi prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 6 Juli 2026, dilansir dari Detikcom pada Rabu (24/6/2026). Keputusan libur ini diambil menyusul perkiraan otoritas Teheran yang mengantisipasi kehadiran sekitar 20 million orang dalam rangkaian upacara penghormatan terakhir tersebut. Komandan IRGC yang bertanggung jawab atas upacara tersebut memberikan rincian mengenai jadwal pelaksanaan doa bersama dan prosesi pemakaman resmi.
"Upacara perpisahan dan doa untuk jenazah pemimpin yang gugur akan diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 4 dan 5 Juli, di Grand Mosalla Teheran, dan pemakaman akan diadakan pada hari Senin, 6 Juli, dan provinsi Teheran akan libur selama tiga hari ini," kata komandan IRGC Hassan Hassanzadeh.
Media pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa libur di Teheran hanya berlaku pada 4 dan 5 Juli, sedangkan seluruh wilayah negara baru akan bergabung libur pada 6 Juli. Selain Teheran, kota suci Qom di bagian utara juga akan mengadakan upacara penghormatan pada 7 Juli, disusul prosesi pemakaman akhir di kota kelahiran Khamenei, Mashhad, pada 9 Juli.
Kedua kota tersebut juga akan memberlakukan hari libur nasional, sementara negara tetangga Irak menjadwalkan upacara serupa pada 8 Juli. Upacara pemakaman ini sedianya direncanakan berlangsung pada Maret, namun tertunda akibat eskalasi perang di Timur Tengah pasca-serangan AS-Israel pada Februari yang menewaskan Khamenei.
Putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, telah ditunjuk menggantikan posisi ayahnya sebagai pemimpin tertinggi sejak awal Maret, menjadikannya tokoh ketiga yang memimpin Republik Islam sejak 1979. Mojtaba, yang sempat terluka dalam peristiwa pengeboman yang menewaskan ayahnya, hingga kini belum tampil di publik dan hanya berkomunikasi melalui pernyataan resmi.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·