Jabar pacu perjodohan bisnis dan substitusi jaga industri manufaktur

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan strategi intervensi taktis berupa program matchmaking (perjodohan bisnis) dan substitusi bahan baku lokal guna menyelamatkan industri manufaktur dari jebakan biaya impor akibat penguatan mata uang dolar AS.

Langkah ini diambil menyusul adanya indikasi para pelaku usaha melakukan penahanan (hold) aktivitas impor bahan baku dan bahan penolong akibat mahalnya harga seiring meningkat signifikannya nilai tukar dolar AS, yang berisiko menurunkan utilitas produksi dan bahkan berpotensi memicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kita lakukan subtitusi dan matchmaking. Contohnya, industri tekstil yang biasanya perlu kapas dan itu 100 persen merupakan impor. Karena kita enggak produksi kapas, tapi kapas itu kan sudah ada teknologi sintetisnya. Sintetis untuk kapas, polyester dan rayon, dan itu kita produksi di Jawa Barat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Nining Yulistiani di Bandung, Rabu.

Nining membeberkan, beban industri saat ini sangat berat lantaran struktur hulu pabrik di Tanah Pasundan masih terkunci oleh ketergantungan luar negeri, khususnya soal bahan baku dan bahan penunjang.

Baca juga: BP Rebana sebut komoditas garam bisa dorong investasi baru di Cirebon

"80,8 persen itu posisinya adalah untuk impor bahan baku dan penolong. Terus yang kedua untuk mesin itu sekitar 10 persen. Kemudian untuk konsumsi itu hanya 8 persen. Sebenarnya industri kita hidup sebetulnya, tapi kan dengan harga dolar AS yang menaik, ini kan beban berat bagi mereka untuk produksi," ujarnya.

Melalui data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), Disperindag Jabar mengategorikan pabrik penyedia komponen lokal untuk langsung dikoneksikan dengan industri hilir pencetak produk akhir.

Selain klaster tekstil, substitusi bahan penolong zinc serta pengalihan gandum ke tepung lokal non-gandum kini dipacu bersama asosiasi usaha.

"Sudah kita lakukan matchmaking itu sebenarnya dari tahun kemarin, didorong ke pelaku usaha dan asosiasi. Setelah antar usaha cocok, kita pertemukan mereka. Sehingga deal-nya itu ada," tutur Nining.

Langkah mitigasi ini berjalan beriringan dengan kompilasi bursa kerja proaktif serta program pelatihan reskilling dan upskilling bersama Kementerian Ketenagakerjaan bagi buruh yang mungkin terdampak efisiensi korporasi, serta sertifikasi vokasi bagi lulusan baru.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.