Jembatan Meksiko-Indonesia dalam pendidikan di Negeri Sombrero

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Karena kecintaannya terhadap Indonesia, Isabel mendirikan Collegio Indonesia secara swadaya

Mexico City (ANTARA) - Suasana warna merah putih mendominasi sebuah acara yang berlangsung di Gedung Centro Cultural Mexiquense Bicentenario, Texcoco de Mora, siang itu.

Keriuhan yang dipandu oleh pengisi acara yang memicu tepuk tangan penonton pun langsung dirasakan oleh orang yang berjalan masuk ke dalam gedung pusat budaya yang berjarak 25 kilometer timur laut dari ibu kota negara, Mexico City, itu.

Kemeriahan tingkah polah anak-anak tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) yang bernyanyi dan menari menjadi warna dalam Indofest 2026 yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026 siang hari waktu setempat.

Kegiatan itu bukan acara yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Meksiko, bukan pula acara yang digelar warga negara Indonesia di Negeri Sombrero ini. Namun, acara tersebut merupakan Indofest 2026 yang digelar oleh sekolah swasta Meksiko bernama Colegio Indonesia.

Ya betul, anda tidak salah baca, Colegio Indonesia adalah sebuah sekolah swasta di Meksiko. Sekolah itu didirikan seorang warga negara Meksiko, Isabel Olguin Romo pada tahun 1979.

Saat ini Colegio Indonesia bukan satu-satunya sekolah di Meksiko yang menggunakan nama Indonesia di dalamnya. Sebenarnya ada dua lagi, yaitu Escuela de la Republica Indonesia di Tacuba dan Escuela de la Republica de Indonesia di Itzapalapa.

Namun, Colegio Indonesia merupakan satu-satunya sekolah swasta yang mengusung nama Indonesia yang tidak memiliki hubungan maupun kerja sama dengan pemerintah atau berdiri dan beroperasi secara independen.

Sang pendiri, Isabel Olguin Romo merupakan mantan guru di Escuela de la Republica Indonesia di Tacuba, sebuah sekolah yang diresmikan langsung oleh Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno pada Agustus 1959.

Karena kecintaannya terhadap Indonesia, Isabel mendirikan Collegio Indonesia secara swadaya setelah tidak lagi mengajar di Escuela de la Republica Indonesia.

Meski tidak dibiayai pemerintah dan berdiri secara independen, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Colegio Indonesia untuk menjadi jembatan budaya antara Meksiko dan Indonesia, dua negara yang dipisahkan samudera dan benua.

Sekolah yang berdiri di kawasan Monte Rico 67, Parque Residencial Coacalco, San Francisco Coacalco tersebut membuat program dan kurikulum dengan memberikan porsi wawasan mengenai negeri Indonesia yang berada jauh di seberang Samudera Pasifik sana.

Tak hanya itu, guru dan siswa Colegio Indonesia juga rutin mengikuti upacara kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus di KBRI Meksiko. Para siswanya pun sesekali juga melakukan kegiatan baris-berbaris dengan membawakan bendera Merah Putih.

Untuk mendukung upaya sebagai jembatan antarkedua negara, KBRI Meksiko pun pernah menyumbang buku-buku berbahasa Inggris yang membahas tentang Indonesia kepada sekolah tersebut.

Tanpa pekerjaan rumah

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.