Ratusan pemuda dari berbagai komunitas membentangkan bendera merah putih sepanjang 100 meter dalam Karnaval Paskah Kota Semarang pada Jumat (17/4/2026). Aksi kolosal ini bertujuan mempererat persatuan bangsa melalui kolaborasi ekspresi budaya dan nilai keagamaan yang inklusif di ruang publik.
Ribuan peserta mengikuti rute karnaval yang bermula dari kawasan bersejarah Kota Lama hingga berakhir di halaman Balai Kota Semarang. Perhelatan ini menjadi momentum kebersamaan bagi warga yang memadati sepanjang jalur pawai sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Perwakilan dari komunitas History Maker, Yunike, menjelaskan bahwa pengusungan simbol negara dalam rangkaian peringatan keagamaan ini merupakan pesan terencana bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa identitas kebangsaan tetap menjadi landasan utama di tengah keberagaman budaya.
"Walaupun ini perayaan Paskah, kita tetap tidak bisa lepas dari semangat kebangsaan Indonesia. Bendera ini melambangkan bahwa kita berbeda-beda budaya, agama, tetapi tetap satu," ujar Yunike, perwakilan komunitas History Maker.
Pelibatan aktif kaum muda dalam arak-arakan tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk merawat nilai-nilai kebhinekaan. Yunike berharap konsistensi kegiatan serupa dapat mencegah lunturnya kesadaran budaya pada generasi mendatang.
"Harapannya, kegiatan seperti ini bisa dirawat agar generasi muda tidak melupakan budaya dan nilai-nilai yang bangsa Indosia miliki," imbuh Yunike, perwakilan komunitas History Maker.
Penyelenggaraan karnaval ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh secara organik melalui interaksi sosial masyarakat. Langkah kaki para peserta di sepanjang rute Kota Lama mempertegas pesan bahwa kekuatan Indonesia terletak pada kemampuan warga dalam merawat perbedaan secara kolektif.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·