Keir Starmer Minta NATO Bersiap Hadapi Ancaman Serangan Rusia pada 2030

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memperingatkan negara-negara anggota NATO untuk bersiap menghadapi potensi serangan Rusia yang diprediksi dapat terjadi paling cepat pada tahun 2030 berdasarkan penilaian intelijen terbaru, Jumat (5/6/2026), dilansir dari Detikcom melalui AFP.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Starmer di tengah desakan penguatan pertahanan di kawasan Eropa menyusul konflik bersenjata yang masih terus berlangsung.

"Ini adalah penilaian intelijen kami dan penilaian negara-negara lain di NATO bahwa Rusia dapat menyerang NATO paling cepat pada tahun 2030," kata Starmer.

Peringatan ini memperkuat pernyataan serupa yang sebelumnya diutarakan oleh para pemimpin Eropa dan Kepala NATO Mark Rutte pada Desember lalu mengenai kesiapan militer Rusia.

"Jadi Anda dapat melihat urgensi dan prioritas yang kami berikan untuk ini sekarang," tambahnya.

Guna merespons ancaman tersebut, Starmer berkomitmen menaikkan anggaran pertahanan Inggris menjadi 2,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) mulai tahun depan, sebelum ditingkatkan lagi hingga tiga persen pada periode parlemen berikutnya.

Rencana investasi pertahanan jangka panjang selama 10 tahun milik Inggris sempat tertunda karena masalah anggaran internal, namun kini dijadwalkan terbit sebelum KTT NATO di Turki pada 7 Juli mendatang.

Di sisi lain, jajaran petinggi militer Inggris juga menyuarakan urgensi serupa terkait kondisi keamanan global yang semakin dinamis.

"Dalam karier saya selama 35 tahun, ini adalah periode paling berbahaya yang pernah saya alami," kata Marsekal Udara Richard Knighton.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tempur guna mencegah terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas di masa depan.

"Dan sebagai konsekuensinya, penting bagi kita untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan angkatan bersenjata kita bersama sekutu kita untuk mencegah musuh kita melakukan sesuatu yang bodoh," lanjut dia.