Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong upaya kolaborasi internasional untuk mempercepat hilirisasi riset agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Salah satunya melalui kolaborasi antara Indonesia dan Australia dalam memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan yang berdampak langsung bagi masyarakat kedua negara.
"Kemitraan penting antara Indonesia dan Australia, kedua raksasa regional ini unggul dalam menghadapi sifat perkembangan teknologi modern yang sangat disruptif," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman dalam acara Indonesia-Australia Science Management & Innovation Symposium 2026 di Jakarta, Selasa.
Dirjen Fauzan menilai kolaborasi ini menjadi penting untuk memperkuat kerja sama lintas lembaga menuju riset yang lebih transformatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: RI-Australia perkuat manajemen sains dorong hilirisasi riset berdampak
Di dalam negeri sendiri, lanjut dia, kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai mitra strategis dalam membangun platform riset dan inovasi bersama juga diharapkan dapat memperkuat pertukaran akademik dan profesional, sekaligus memperluas ruang kerja sama antara peneliti, pemerintah, industri, dan komunitas.
Fauzan menyoroti pentingnya penguatan analisis ekonomi dan pengukuran dampak dalam program riset dan inovasi.
"Kami ingin mendalami analisis ekonomi dan pengukuran dampak dalam penelitian program pembangunan kami. Tanpa pemahaman yang kuat mengenai pengukuran dampak, mendorong inovasi tidak akan berjalan optimal," ujarnya.
Fauzan juga menekankan pentingnya keterhubungan antara riset dan pendidikan untuk memperkuat inisiatif STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), serta kolaborasi multidisiplin melalui pendekatan SHARE (Social Humanities, Art, Religious Studies, and Economics).
Baca juga: Hadapi geopolitik, pemerintah percepat hilirisasi riset pangan-energi
Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pengembangan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga inklusif secara sosial dan budaya.
Diketahui, Pemerintah Indonesia juga tengah mendorong pengembangan program-program riset berorientasi misi untuk menjawab prioritas nasional. Sejumlah praktik baik dari Australia, seperti Program Green Steel Australia–India dan Future Feed, menjadi referensi penting dalam pengembangan hilirisasi riset dan inovasi di Indonesia.
Pemerintah Indonesia kini juga sedang menyusun Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional untuk menyinkronkan kebijakan dan pendanaan penelitian pada masa mendatang, yang saat ini telah memasuki tahap konsultasi publik.
Dokumen strategis tersebut disusun untuk memastikan arah kebijakan, pendanaan, dan prioritas riset nasional berjalan selaras menuju kepentingan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: BRIN ajak masyarakat beri masukan dalam Peta Jalan Riset Nasional 2026
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·