Kemenkop Pangkas Target Operasional Koperasi Desa Merah Putih Jadi 40.000 Unit

Sedang Trending 5 jam yang lalu

Pemerintah mengambil langkah strategis dengan memotong target pembangunan serta operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih untuk periode tahun ini. Langkah efisiensi ini diambil guna memastikan program berjalan lebih optimal dan tepat sasaran di tingkat pedesaan.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) memutuskan untuk memangkas target yang semula direncanakan mencapai 80.000 unit menjadi hanya 40.000 unit. Kebijakan ini menandakan adanya pengurangan sebesar 50 persen dari rencana awal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR pada Kamis (11/6/2026), seperti dikutip dari Bloomberg Technoz. Rencana penyesuaian target ini juga telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Untuk sementara kami fokus pada sekitar 40.000 titik yang dinilai lebih realistis untuk dikembangkan," ujar Ferry.

Menurut penjelasan Ferry, rasionalisasi target ini merupakan bagian dari pergeseran fokus program Kopdes. Pemerintah kini lebih memprioritaskan aspek keberlanjutan usaha serta penguatan operasional kelembagaan, alih-alih sekadar mengejar kuantitas jumlah bangunan fisik.

Berdasarkan data terkini, proses di lapangan mencatat sebanyak 12.533 lokasi Kopdes telah selesai dibangun. Selain itu, kelembagaan pengelola bersama dengan 83.000 titik lokasi sudah berhasil dibentuk, dengan lahan yang terverifikasi mencapai kisaran 35.000 titik.

Di sisi lain, tercatat ada 1.061 Kopdes yang sudah memulai aktivitas operasionalnya secara resmi, sementara 22.737 unit lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian konstruksi. Kemenkop berkomitmen agar seluruh target operasional yang baru dapat diselesaikan sebelum tahun ini berakhir.

“Sampai dengan akhir tahun ini, saya perkirakan ya… semua bangunan fisik yang sudah selesai itu akan segera operasional. Jadi maksimal 40.000," tutur dia.

Meskipun ada pengurangan target, program ini terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) ke-19 masa persidangan V di Gedung DPR akhir Mei lalu, menyebutkan bahwa program ini telah menciptakan belasan ribu lapangan kerja baru.

"Setiap koperasi butuh 17 pekerja, artinya dari 1.061 koperasi yang sudah operasional, kita telah buka 18.000 lapangan kerja baru," ujarnya.