Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup meluncurkan kampanye Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (Kelana) guna memperkuat restorasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan kampanye Kelana tersebut memproduksi video "feature documenter" yang mengusung tema perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove yang bekerja sama dengan media National Geographic (NatGeo) Indonesia.
“Mengapa judul dari dokumenter mangrove menggunakan frasa 'Menjaga Akar Negeri'? agar mangrove bukan sekadar bagian dari tanaman, ia adalah struktur yang unik, mencengkeram lumpur di tengah pasang surut, menjaga garis pantai dari abrasi, dan ia menyediakan perlindungan bagi kehidupan di bawahnya,” kata Jumhur dalam kegiatan bertajuk Launching Program Kelana dan Screening Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia di Jakarta Pusat pada Rabu.
Ia mengatakan mangrove memiliki manfaat ekologis yang tinggi sebagai pengendali abrasi, habitat keanekaragaman hayati, dan penyimpan karbon, serta memiliki manfaat sosial ekonomi antara lain tempat bagi produktivitas perikanan, sumber bahan pangan, serta wahana edukasi dan wisata.
Indonesia, lanjut Jumhur, terdapat sebanyak 3,45 juta hektar mangrove yang tersebar di 37 provinsi atau 23 persen mangrove dunia.
Angka ini, kata dia, adalah sebuah kehormatan, namun disisi lain menjadi beban tanggung jawab moral kepada dunia.
Karena itu selain pemutaran video dokumenter, pihaknya bersama NatGeo Indonesia juga membuat video edukasi episode satu Kelana yang mengajak para anak muda belajar ekosistem gambut dan ekosistem mangrove.
Pihaknya berharap 'Kelana' dapat menjadi media pembelajaran transformatif yang memantik para mahasiswa dan pelajar untuk tergerak melihat langsung dan memahami ekosistem mangrove.
Baca juga: Baca juga: Indonesia-Korea Selatan jajaki kerja sama restorasi mangrove
Baca juga: Kolaborasi antarsektor godok cara sukses restorasi mangrove Indonesia
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·