Keluarga besar Universitas Negeri Medan (Unimed) berduka atas wafatnya Ketua Senat sekaligus mantan Rektor dua periode, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada usia 64 tahun di Rumah Sakit Murni Teguh Medan, Senin (27/4/2026), pukul 02.50 WIB akibat sakit.
Kabar duka mengenai kepergian tokoh pendidikan nasional tersebut dikonfirmasi oleh pihak otoritas kampus. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka untuk persiapan proses fardu kifayah sebelum rencana pemakaman pada hari yang sama.
Kepala Humas Unimed, Dr. Isli Pane, membenarkan informasi mengenai berpulangnya sosok yang dikenal sebagai panutan civitas akademika tersebut. Pihak kampus menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas jasa almarhum selama mengabdi di dunia pendidikan.
"Benar Prof. Syawal Gultom meninggal dunia. Rektor beserta keluarga besar Universitas Negeri Medan mengucapkan turut berduka cita dan berbelasungkawa atas wafatnya Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Ketua Senat Universitas Negeri Medan. Beliau wafat pada Senin, 27 April 2026," kata Isli Pane.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Rasita Malades Samosir, beserta empat orang anak. Keempat buah hatinya tersebut masing-masing bernama Atikah Putri A. Gultom, Diotama Arrizky Gultom, Rafly Aqsha Gultom, dan Ilza Aditha R. Gultom.
"Semoga loyalitas dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan menjadi ladang amal ibadah dan membawanya ke tempat mulia di sisi Allah SWT. Dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan kelapangan dan kesabaran," lanjut Isli.
Prof. Syawal Gultom memiliki rekam jejak panjang di Unimed dengan menjabat sebagai Rektor selama dua periode, yakni pada 2007-2011 dan 2015-2019. Dedikasinya diabadikan melalui penamaan Gedung Prof. Syawal Gultom di Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
"Beliau wafat di Rumah Sakit Murni Teguh Medan pukul 02.50 WIB. Rencananya Almarhum akan dikebumikan pada hari Senin ini ba’da Ashar," ungkap Isli.
Isli menambahkan bahwa perwakilan civitas akademika sedang bergerak menuju rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Almarhum dinilai sebagai figur yang memberikan kontribusi besar bagi institusi dan negara.
"Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin, akademisi, dan panutan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan Universitas Negeri Medan serta dunia pendidikan nasional," pungkas Isli.
Selain berkarier di kampus, pria kelahiran 3 Februari 1962 ini pernah menjabat sebagai Kepala BPSDMPK-PMP di Kementerian Pendidikan Nasional. Beliau juga tercatat sebagai salah satu aktor utama di balik penyusunan Kurikulum 2013 serta penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) di lingkungan Unimed.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·