Menlu Kuba: Menlu AS bohong karena sangkal blokade minyak Kuba

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Havana (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba Bruno Rodriguez Parrilla, Sabtu (20/6), mengatakan Menlu Amerika Serikat (AS) Marco Rubio berbohong dan bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump karena menyangkal blokade minyak terhadap Kuba.

"Saat menteri luar negeri AS berbicara tentang inkompetensi di Kuba, dia seharusnya ditanya mengapa dia terus-menerus berbohong dan bertentangan dengan presiden AS serta juru bicaranya dengan menyangkal keberadaan blokade bahan bakar total yang diakui oleh Gedung Putih," tulis Rodriguez di platform media sosial X.

Rodriguez mengatakan setiap pernyataan yang disampaikan Rubio mengenai situasi di Kuba mengandung "upaya untuk menghindari tanggung jawab apa pun dan menampilkan dirinya sebagai penyelamat".

Menteri Kuba itu mengecam "rencana pencekikan ekonomi" oleh Rubio dan pemerintahan AS terhadap Kuba, seraya mengatakan hal itu menghalangi perusahaan-perusahaan asing menjual suku cadang dan teknologi bagi pembangkit listrik termoelektrik di negara kepulauan tersebut.

Rodriguez menyebut, rencana itu "mencegah perusahaan mana pun di dunia menjual minyak kepada Kuba" serta menjatuhkan sanksi kepada CUPET, perusahaan Kuba yang memiliki infrastruktur dan kapasitas untuk menangani logistik bahan bakar di Kuba.

Dia melanjutkan, rencana tersebut juga menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan nikel, mengancam perusahaan asing yang berbisnis di sektor pariwisata dan pertambangan, mencabut hak warga negara asing yang pernah mengunjungi Kuba untuk menggunakan fasilitas ESTA saat memasuki AS, serta memeras dan mengancam negara-negara yang secara berdaulat tetap mempertahankan kesepakatan kerja sama kesehatan dengan Kuba.

Rodriguez menambahkan bahwa Rubio "secara terbuka menyerukan subversi terhadap tatanan konstitusional Kuba dan terus-menerus mengupayakan intervensi militer AS di Kuba".

Perintah eksekutif yang ditandatangani Trump pada 29 Januari membuka jalan bagi AS untuk mengenakan tarif terhadap negara-negara yang menjual atau menyediakan minyak kepada Kuba.

Sepanjang 2026 ini, Kuba baru menerima satu pengiriman minyak, yaitu sekitar 100.000 ton minyak mentah yang diangkut oleh kapal Rusia Anatoly Kolodkin.

Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.