MRT Jakarta Targetkan Studi Kelayakan Rute Serpong Rampung Akhir 2026

Sedang Trending 8 jam yang lalu

Proses studi kelayakan (feasibility study) untuk proyek perpanjangan rute interkoneksi MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Serpong, Tangerang Selatan terus berjalan dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Minggu (21/6/2026).

Kajian yang mendalam sedang diselesaikan oleh pihak manajemen untuk memastikan seluruh aspek teknis dan operasional terpenuhi dengan baik sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menyatakan bahwa selesainya studi kelayakan tersebut bukan berarti pembangunan konstruksi fisik bisa langsung dimulai pada tahun depan.

"Akhir tahun kajiannya baru selesai, akhir tahun. Belum itu (belum bisa dibangun tahun depan)," ujar Tuhiyat saat ditemui di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2026).

Penyusunan proyek ini membutuhkan ketelitian tinggi mengingat rute tersebut akan menghubungkan dua wilayah administratif yang padat komuter.

Pasca-keluarnya hasil kajian, MRT Jakarta masih harus melewati serangkaian tahapan regulasi, mulai dari pembahasan kelembagaan, penentuan skema finansial, hingga penyusunan desain teknis yang mendetail.

"Hasil kajiannya nanti mereka yang akan meeting dulu dengan kita. Abis kajian masih banyak lembaga, finansial baru pen-detailz, detail engineering design," bebera Tuhiyat.

Kerja sama pengerjaan uji kelayakan ini dilakukan bersama Sinar Mas Land sebagai mitra strategis, dengan dorongan penuh dari Kementerian Perhubungan agar prosesnya berjalan cepat.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono menyambut positif perluasan jalur ini karena dinilai akan sangat membantu mobilitas masyarakat yang tinggi di koridor tersebut.

"Ini memang MRT Jakarta dan Sinar Mas Land sudah memulai studi kelayakan perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Lebak Bulus ke Serpong, ya. Tentunya kita semua menyambut baik karena setiap hari itu kan banyak ya masyarakat yang menggunakan jalur ini apabila ada MRT, akan baik ke depan," ujar Allan di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Pemerintah berharap integrasi moda transportasi ini dapat menekan kemacetan dan polusi di wilayah penyangga ibukota.