Muhammadiyah dorong transformasi layanan sosial berbasis komunitas

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Mataram (ANTARA) - Organisasi keagamaan Muhammadiyah mendorong transformasi layanan sosial dari pengelolaan panti asuhan menuju penguatan komunitas sebagai upaya menjawab kesejahteraan masyarakat yang semakin kompleks dan beragam.

Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mariman Darto mengatakan MPKS perlu memperluas orientasi kerja yang selama ini identik dengan pengelolaan panti asuhan.

"MPKS bukan hanya mengurus panti asuhan, tetapi harus hadir sebagai penggerak layanan sosial berbasis komunitas," ujarnya dalam rapat koordinasi wilayah Muhammadiyah tentang transformasi amal usaha bidang sosial di Mataram, NTB, Sabtu.

Mariman menjelaskan perubahan pendekatan tersebut penting agar Muhammadiyah mampu menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Organisasi berusia 114 tahun itu menggagas pembentukan Pusat Solidaritas Kesejahteraan Masyarakat (PSKM) sebagai model pengembangan layanan sosial yang lebih adaptif dan terintegrasi.

Kehadiran pusat layanan tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi sosial Muhammadiyah yang selama ini banyak bertumpu pada lembaga pengasuhan anak dan panti asuhan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (NTB) Falahuddin menegaskan bahwa transformasi pelayanan sosial juga harus diiringi dengan penguatan kualitas pengasuhan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak.

Ia mengingatkan agar lembaga itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan sosial.

Falahuddin juga mendorong penyusunan buku pedoman pengasuhan anak sebagai acuan bersama bagi seluruh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Nusa Tenggara Barat.

"Layanan sosial merupakan bagian penting dari misi Muhammadiyah dalam melayani umat, terutama masyarakat miskin dan kelompok rentan. Majelis ini sesungguhnya merupakan pengembangan dari Penolong Kesengsaraan Oemoem yang terinspirasi dari al-maun yang digagas oleh Kiai Syuja’ tahun 1918," pungkas dia.

Baca juga: Muhammadiyah dukung pembangunan rumah sakit di Lombok Timur

Baca juga: Muhammadiyah NTB pusatkan shalat Idul Fitri di tiga lokasi di Mataram

Baca juga: Meski sudah berusia 60, marbot masjid di NTB raih gelar sarjana

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.