Kupang (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan 3.000 dosis semen beku sapi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mendukung peningkatan populasi dan mutu genetik ternak sapi di daerah tersebut.
"Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan kerja Komite II DPD RI serta bantuan 3.000 dosis semen beku dari berbagai jenis sapi unggul yang tentu sangat membantu pengembangan sektor peternakan di daerah," kata Melki Laka Lena di Kupang, Sabtu.
Menurut dia, program inseminasi buatan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas peternakan melalui peningkatan populasi ternak, perbaikan mutu genetik, serta efisiensi usaha peternakan masyarakat.
Ia menjelaskan bantuan semen beku tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan ternak sapi berkualitas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi bagi peternak.
"Melalui inseminasi buatan ini kita berharap dapat menghasilkan sapi-sapi unggul dengan kualitas yang baik sehingga mampu meningkatkan daya saing sektor peternakan NTT di masa mendatang," ujarnya.
Baca juga: Undana-Bappenas jajaki pengembangan ekosistem sapi potong di NTT
Baca juga: Penerapan teknologi inseminasi buatan hasilkan 23.203 ekor sapi di NTT
Semen beku merupakan sperma yang berasal dari sapi pejantan unggul dan digunakan dalam program inseminasi buatan untuk mempercepat peningkatan mutu genetik ternak. Melalui metode tersebut, peternak dapat menghasilkan anakan sapi dengan kualitas yang lebih baik.
Gubernur mengatakan pengembangan sapi unggul di NTT diharapkan dapat menjadi model yang secara bertahap diterapkan pada komoditas peternakan lainnya, seperti babi, kambing, kerbau, maupun unggas.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan sektor peternakan, termasuk perguruan tinggi yang berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pendampingan kepada masyarakat.
"Kami optimistis cita-cita menjadikan NTT sebagai pusat pengembangan ternak, baik sapi maupun komoditas ternak lainnya, dapat terus diwujudkan melalui kerja sama pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha peternakan," katanya.
Melki mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu sektor unggulan daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Bantuan 3.000 dosis semen beku sapi itu diharapkan menjadi langkah percepatan pengembangan peternakan modern dan berkelanjutan di wilayah tersebut
Berdasarkan data BPS, Populasi sapi potong di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sebanyak 622.276 ekor pada tahun 2025 atau menjadi propinsi dengan urutan ketujuh yang mempunyai ternak sapi terbesar di Indonesia.
Baca juga: Gubernur Gorontalo targetkan 3.000 inseminasi buatan ternak pada 2026
Baca juga: Komite II DPD RI dukung Kementan perkuat IB demi mutu genetik ternak
Baca juga: Wamentan dorong peningkatan populasi ternak melalui inseminasi buatan
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·