Operator seluler perlu ambil peran dalam upaya menekan emisi karbon

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengingatkan operator seluler perlu mengambil peran dalam upaya menekan dampak perubahan iklim melalui penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan.

"Jadi kami tentunya sangat apresiasi dan sangat mendorong perusahaan untuk go green karena memang produksi emisi yang luar biasa ini sampai sekarang membuat temperatur di bumi semakin panas," kata Diaz dalam konferensi pers peluncuran Sustainability Report Telkomsel 2025 di Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut dia, keterlibatan sektor swasta dalam upaya menjaga lingkungan menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman perubahan iklim yang dampaknya mulai dirasakan secara di Indonesia.

Ia menjelaskan data yang dihimpun Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan suhu rata-rata bumi telah meningkat sekitar 1,4 hingga 1,6 derajat Celsius dibandingkan periode sebelum Revolusi Industri.

"Kalau sampai menyentuh angka 2 derajat Celsius, ini merupakan kekhawatiran yang sangat luar biasa," ujarnya.

Baca juga: KLH telusuri 8 perusahaan diduga melanggar aturan lingkungan di Sumut

Ia menambahkan dampak peningkatan suhu bumi mulai dirasakan di berbagai wilayah di Indonesia. Dia mencontohkan, di Larantuka, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 27 Oktober 2024 tercatat suhu panas ekstrem 38,4 derajat celcius.

Selain itu, salju di Puncak Jayawijaya, Papua, terus mencair dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah tantangan tersebut, langkah operator seluler untuk mengurangi jejak karbon dinilai menjadi bagian dari kontribusi yang dapat dilakukan sektor swasta dalam mendukung target penurunan emisi nasional.

Diaz mengapresiasi sejumlah inisiatif yang telah dijalankan operator seluler, termasuk pengelolaan limbah elektronik (e-waste) dan daur ulang kartu SIM sebagai bagian dari ekonomi sirkular.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, Diaz menilai penerapan prinsip bisnis keberlanjutan dapat meningkatkan daya saing perusahaan di masa depan.

Menurut dia, konsumen generasi muda kini semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam memilih produk dan layanan.

"By being sustainable (dengan menjalankan prinsip keberlanjutan), perusahaan pasti nilainya akan naik. Sekarang Gen Z sudah mulai memilih produk yang sustainable dan aspek keberlanjutan juga menjadi pertimbangan dalam pembiayaan," ujarnya.

Baca juga: KLH: Aksi perubahan iklim hingga 2030 butuh dana Rp4 ribu triliun

Baca juga: GCF kucurkan 103 juta dolar AS biayai aksi iklim di Indonesia

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.