PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Olahraga padel yang sempat viral di Indonesia menunjukkan eksistensinya di Kota Palangka Raya. Buktinya. Saat ini semakin bertambah komunitas pemain dan penyelenggaraan turnamennya.
“Kalau di Palangka Raya ini, insyaallah mungkin masih eksis saja ya, karena saya lihat banyak event-event yang digelar di Palangka Raya, bahkan di seputaran Kalimantan seperti Banjarmasin, Samarinda, dan Balikpapan itu banyak turnamen padel open,” kata pemain sekaligus pelatih tenis dan padel, Kurnia Suranto, saat ditemui di Lapangan Padel GOR Hijau, Jalan Seth Adji, Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Kurnia. Perkembangan padel di Palangka Raya mulai terlihat dalam kurun sekitar delapan bulan hingga satu tahun terakhir seiring hadirnya sejumlah lapangan yang dapat digunakan masyarakat.
“Di Palangka Raya sendiri saya lihat semakin ramai komunitas padel, Mas,” ujarnya.
Dia menilai antusiasme masyarakat terhadap olahraga tersebut masih cukup tinggi meskipun tren viral yang sempat terjadi di media sosial mulai mereda.
“Mudah-mudahan dengan adanya banyak lapangan padel yang akan hadir di Palangka Raya ini, peminat padel akan semakin bertambah,” katanya.
Kurnia mengatakan salah satu faktor yang membuat padel mudah diterima masyarakat adalah karena teknik dasarnya tidak jauh berbeda dengan tenis yang lebih dulu dikenal luas.

“Karena basic padel dan tenis hampir mirip. Perbedaannya hanya di kaca. Secara forehand, backhand, volley, dan smash itu menyerupai,” ucapnya.
Selain aktif sebagai pelatih padel, Kurnia juga memiliki pengalaman panjang sebagai atlet tenis yang telah menggeluti olahraga tersebut sejak usia dini.
“Kalau atlet profesional, saya dari kelompok umur 10 tahun sudah jadi atlet. Dari kecil memang dididik untuk prestasi, bukan hanya sekadar hobi olahraga saja,” tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa pengalaman bertahun-tahun sebagai atlet tenis memudahkannya beradaptasi ketika padel mulai masuk dan berkembang di Indonesia.
“Ketika padel masuk ke Indonesia dan masuk ke Palangka Raya, saya merasa bisa melatih padel juga karena dasar permainannya hampir sama dengan tenis,” katanya.
Kurnia berharap perkembangan fasilitas dan penyelenggaraan kompetisi dapat terus mendorong lahirnya pemain-pemain baru sehingga padel tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi mampu berkembang sebagai olahraga yang diminati masyarakat Palangka Raya dalam jangka panjang.
“Harapannya tidak hanya orang-orang lama yang bermain padel, tetapi muncul juga orang-orang baru yang mau bermain padel. Sehingga olahraga ini semakin berkembang,” ucapnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Olahraga padel yang sempat viral di Indonesia menunjukkan eksistensinya di Kota Palangka Raya. Buktinya. Saat ini semakin bertambah komunitas pemain dan penyelenggaraan turnamennya.
“Kalau di Palangka Raya ini, insyaallah mungkin masih eksis saja ya, karena saya lihat banyak event-event yang digelar di Palangka Raya, bahkan di seputaran Kalimantan seperti Banjarmasin, Samarinda, dan Balikpapan itu banyak turnamen padel open,” kata pemain sekaligus pelatih tenis dan padel, Kurnia Suranto, saat ditemui di Lapangan Padel GOR Hijau, Jalan Seth Adji, Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Kurnia. Perkembangan padel di Palangka Raya mulai terlihat dalam kurun sekitar delapan bulan hingga satu tahun terakhir seiring hadirnya sejumlah lapangan yang dapat digunakan masyarakat.

“Di Palangka Raya sendiri saya lihat semakin ramai komunitas padel, Mas,” ujarnya.
Dia menilai antusiasme masyarakat terhadap olahraga tersebut masih cukup tinggi meskipun tren viral yang sempat terjadi di media sosial mulai mereda.
“Mudah-mudahan dengan adanya banyak lapangan padel yang akan hadir di Palangka Raya ini, peminat padel akan semakin bertambah,” katanya.
Kurnia mengatakan salah satu faktor yang membuat padel mudah diterima masyarakat adalah karena teknik dasarnya tidak jauh berbeda dengan tenis yang lebih dulu dikenal luas.
“Karena basic padel dan tenis hampir mirip. Perbedaannya hanya di kaca. Secara forehand, backhand, volley, dan smash itu menyerupai,” ucapnya.
Selain aktif sebagai pelatih padel, Kurnia juga memiliki pengalaman panjang sebagai atlet tenis yang telah menggeluti olahraga tersebut sejak usia dini.
“Kalau atlet profesional, saya dari kelompok umur 10 tahun sudah jadi atlet. Dari kecil memang dididik untuk prestasi, bukan hanya sekadar hobi olahraga saja,” tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa pengalaman bertahun-tahun sebagai atlet tenis memudahkannya beradaptasi ketika padel mulai masuk dan berkembang di Indonesia.
“Ketika padel masuk ke Indonesia dan masuk ke Palangka Raya, saya merasa bisa melatih padel juga karena dasar permainannya hampir sama dengan tenis,” katanya.
Kurnia berharap perkembangan fasilitas dan penyelenggaraan kompetisi dapat terus mendorong lahirnya pemain-pemain baru sehingga padel tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi mampu berkembang sebagai olahraga yang diminati masyarakat Palangka Raya dalam jangka panjang.
“Harapannya tidak hanya orang-orang lama yang bermain padel, tetapi muncul juga orang-orang baru yang mau bermain padel. Sehingga olahraga ini semakin berkembang,” ucapnya. (adr)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·