Pemerintah Indonesia mengalokasikan stimulus sektor transportasi udara berupa potongan harga tiket pesawat dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Langkah ini disiapkan untuk masa liburan sekolah sampai perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, seperti dilansir dari Kompas pada Selasa (26/7/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan stimulus ini dirancang guna memicu pergerakan masyarakat. Selain itu, insentif ini bertujuan mempertahankan tingkat konsumsi domestik sepanjang semester kedua tahun ini.
"Untuk transportasi udara, seperti biasa diberikan diskon 30 persen dan PPN ditanggung pemerintah," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/7/2026).
Pendanaan sebesar Rp90 miliar telah disediakan pemerintah untuk mendanai stimulus transportasi udara pada masa libur sekolah. Program tersebut diproyeksikan mampu menyasar kurang lebih 3.748.889 orang penerima manfaat.
Sementara itu, anggaran senilai Rp161,4 milar dikucurkan untuk menghadapi momentum Nataru dengan target sasaran mencapai 2.381.000 penumpang. Skema PPN DTP juga diarahkan khusus bagi tiket penerbangan kelas ekonomi, serupa dengan kebijakan pada masa mudik sebelumnya.
"Dalam momentum Lebaran (2026) khusus kelas ekonomi, disiapkan anggaran sebesar Rp72,7 miar dengan target 2,3 juta penumpang," ujar Airlangga dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Alokasi khusus PPN DTP untuk pemudik masa Nataru ditetapkan sebesar Rp82 miliar demi menjangkau target sekitar 3,7 juta pengguna jasa pesawat terbang. Di samping sektor penerbangan, pemerintah turut merumuskan insentif pajak bagi penulis, program magang nasional, serta vokasi bagi lulusan SMK dan korban PHK.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·