Pemkot Bogor santuni 2.000 anak yatim pada 1 Muharram 1448 H

Sedang Trending 10 jam yang lalu
Nilai-nilai hijrah harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial

Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, menyantuni 2.000 anak yatim dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Kota Bogor, Senin.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan, Pemkot Bogor menghadirkan 2.000 anak yatim untuk menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat semangat kebersamaan dalam momentum Tahun Baru Islam.

Dedie berharap semangat gotong royong dan kebersamaan yang selama ini terjaga dapat terus menjadi kekuatan dalam mewujudkan Kota Bogor yang religius, maju, dan sejahtera.

"Melalui momentum ini, diharapkan kita dapat mewujudkan Kota Bogor yang religius, maju, dan sejahtera, serta menjaga persatuan dan semangat gotong royong," ujarnya.

Baca juga: BNI sediakan layanan operasional terbatas saat libur Tahun Baru Islam

Ia mengatakan, peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum untuk merefleksikan makna hijrah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Ia menyampaikan nilai-nilai hijrah harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun sosial.

"Peringatan Tahun Baru Islam menjadi momentum untuk meneladani hijrah Rasulullah SAW yang mengajarkan semangat perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Makna hijrah bukan hanya berpindah tempat, melainkan berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama," kata Dedie.

Pada kesempatan yang sama, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih yang memberikan tausiah mengajak masyarakat menjadikan pergantian Tahun Baru Islam sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian sosial.

Baca juga: Umat muslim di Manado antusias peringati Tahun Baru Hijriah

"Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial pergantian tahun, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berhijrah dari yang baik menjadi lebih baik, meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dan meningkatkan rasa sosial kepada masyarakat," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.

"Dengan momentum pergantian tahun ini, saya mengajak untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa," kata Kosasih.

Baca juga: BCA sesuaikan jadwal operasional pada libur Tahun Baru Islam 2026

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.