Pemukim Israel Bakar Masjid dan Lakukan Vandalisme di Tepi Barat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Aksi pembakaran dan vandalisme melanda fasilitas ibadah umat Islam di dua desa di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Serangan yang menyasar bangunan masjid tersebut dilaporkan dilakukan oleh kelompok pemukim Israel pada Rabu, 17 Juni 2026. Insiden ini terjadi di tengah gelombang peningkatan serangan terhadap komunitas Palestina oleh pemukim Israel sejak eskalasi konflik di Gaza pecah.

Berdasarkan laporan dari Detikcom yang melansir AFP, aksi perusakan ini menyasar fasilitas utama tempat ibadah warga setempat. Kepala Desa Jijiliya di utara Ramallah memberikan keterangan mengenai rincian kerusakan yang terjadi di wilayahnya akibat serangan fajar tersebut.

"para pemukim membakar ruang wudhu, menyebabkan kerusakan pada masjid utama desa, dan menulis slogan-slogan permusuhan di dinding luar" ujar Osama Abdullah, Kepala Desa Jijiliya.

Kondisi bangunan pascaserangan memperlihatkan dampak kerusakan yang cukup parah pada area dalam. Bagian langit-langit, lantai, serta dinding bangunan tampak menghitam akibat jilatan api dan kepulan asap. Selain melakukan pembakaran, pelaku menorehkan grafiti menggunakan bahasa Ibrani di area dinding dalam masjid. Beberapa tulisan tersebut memuat pesan ancaman berbunyi "balas dendam" dan pesan identitas kelompok pelaku.

"Hai, dari The Hilltop Youth." tulis pesan di dinding tersebut. Kelompok The Hilltop Youth sendiri merupakan aliansi warga Israel di Tepi Barat yang kerap terlibat dalam tindakan kekerasan. Mereka secara konsisten berupaya mengusir penduduk Palestina demi menguasai wilayah tersebut.

Pihak militer Israel telah mengonfirmasi terjadinya peristiwa pembakaran serta pembuatan grafiti di lokasi kejadian. Kendati demikian, otoritas keamanan belum merilis identitas maupun menangkap para pelaku serangan. "Pasukan menggeledah area tersebut untuk mencari tersangka dan menemukan dua masjid yang terbakar, serta grafiti di dinding.

Para tersangka telah melarikan diri sebelum kedatangan pasukan," kata militer Israel dalam pernyataan resminya. Menurut keterangan lanjutan dari otoritas desa setempat, para pelaku penyerangan mendatangi lokasi pada dini hari sekitar pukul 2 hingga 3 pagi. Upaya pembakaran bangunan utama sempat terhalang karena seluruh akses pintu masuk dalam kondisi terkunci rapat.

Kondisi tersebut membuat para pemukim mengalihkan sasaran ke ruang tempat wudhu yang berada di lantai bawah. Kobaran api di lokasi akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim pertahanan sipil Palestina yang dibantu oleh pemuda desa sekitar.

Serangan serupa ternyata juga terjadi di wilayah tetangga, tepatnya di Desa Mazari an-Nubani. Kepala dewan desa setempat, Saad Dagher, mengonfirmasi bahwa sekelompok pemukim melemparkan bom molotov ke salah satu dari tiga masjid di desa mereka sekitar pukul 3 pagi sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian. Merespons rentetan teror terhadap tempat ibadah ini, Kementerian Urusan Agama Palestina mengeluarkan kecaman keras atas tindakan agresi tersebut. Pemerintah Palestina mendesak adanya keterlibatan dan intervensi langsung dari komunitas internasional untuk menghentikan aksi kekerasan pemukim Israel.