Pertamina Patra Niaga Jual Pertamax Lebih Murah di Pertashop

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

PT Pertamina Patra Niaga (PPN) menerapkan kebijakan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax di jaringan Pertashop sebesar Rp100 lebih murah per liter dibandingkan stasiun pengisian bahan bakar umum resmi, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (19/5/2026).

Penetapan harga komoditas nonsubsidi tersebut dapat bervariasi pada setiap daerah di Indonesia, namun selisih nominalnya dipastikan tetap konsisten. Berdasarkan data operasional perusahaan, jaringan outlet berskala mini ini sudah tersebar luas ke berbagai wilayah.

Sekretaris Perusahaan PPN Roberth MV Dumatubun mengonfirmasi bahwa sebaran titik penjualan bahan bakar nonsubsidi tersebut telah menjangkau ribuan lokasi di seluruh tanah air hingga akhir bulan lalu. Posisi operasionalnya juga dirancang khusus di luar area stasiun pengisian reguler.

"Per 30 April 2026 jumlah Pertashop 6.784 ya. Letak lokasi di perdesaan dan bukan SPBU," kata Roberth ketika dihubungi, Selasa (19/5/2026).

Status skala usaha dari para pengelola outlet mini ini menjadi dasar pertimbangan utama korporasi dalam memberlakukan diferensiasi nilai jual komoditas tersebut. Kebijakan ini sekaligus membedakan tata kelola niaga antara outlet desa dan stasiun pengisian besar.

"Posisi Pertashop ini mereka yang bisa dikatakan usaha kecil menengah lebih bisa jadi alasan kenapa harga [Pertamax yang dijual] berbeda dengan SPBU Rp100/liter," ujar Roberth.

Secara fungsional, jaringan distribusi mini ini bertugas sebagai kepanjangan tangan perusahaan untuk menyuplai produk ritel serta bahan bakar komersial di kawasan yang belum terjangkau stasiun pengisian umum. Skema selisih ini berlaku pada seluruh daftar harga resmi di wilayah Indonesia.

Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta, harga Pertamax di SPBU dipatok Rp12.300 per liter, sementara di Pertashop dijual Rp12.200 per liter. Jenis BBM lain meliputi Pertamax Turbo seharga Rp19.900, Pertamax Green Rp12.900, Dexlite Rp26.000, Pertamina Dex Rp27.900, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax tercatat senilai Rp12.300 per liter di SPBU dan Rp12.200 per liter di Pertashop. Produk lainnya adalah Pertamax Turbo seharga Rp19.900, Dexlite Rp26.000, Pertamina Dex Rp27.900, serta Pertalite Rp10.000 per liter.

Pada wilayah Bengkulu dan Nusa Tenggara Timur, nilai jual Pertamax berada di angka Rp12.600 per liter untuk SPBU dan Rp12.500 per liter melalui Pertashop. Komoditas lain di daerah ini meliputi Pertamax Turbo seharga Rp20.350, Dexlite Rp26.600, Pertamina Dex Rp28.500, Pertalite Rp10.000, serta Biosolar Rp6.800 per liter.

Wilayah Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, dan Sumatra Utara menerapkan harga Pertamax sebesar Rp12.600 per liter di SPBU dan Rp12.500 per liter di Pertashop. Kelompok BBM lainnya mencakup Pertamax Turbo seharga Rp20.350, Dexlite Rp26.600, Pertamina Dex Rp28.500, dan Pertalite Rp10.000 per liter.

Sementara itu, harga di Riau dan Kepulauan Riau dipatok Rp12.900 per liter di SPBU dan Rp12.800 per liter di Pertashop. Produk niaga lain terdiri atas Pertamax Turbo senilai Rp20.750, Dexlite Rp27.150, Pertamina Dex Rp29.100, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Untuk wilayah Sumatra Barat, banderol Pertamax di SPBU mencapai Rp12.900 per liter dan di Pertashop sebesar Rp12.800 per liter. Bahan bakar lainnya dijual dengan rincian Pertamax Turbo seharga Rp20.750, Dexlite Rp27.150, Pertamina Dex Rp29.100, serta Pertalite seharga Rp10.000 per liter.