Panitia Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Universitas Diponegoro (Undip) menangkap seorang peserta berinisial M yang kedapatan menanam alat bantu elektronik di lubang telinga pada Selasa (21/4) pagi. Aksi tersebut terdeteksi saat petugas melakukan pemeriksaan ketat sebelum ujian dimulai.
Kecurangan ini terungkap melalui prosedur skrining rutin menggunakan alat pendeteksi logam oleh panitia perempuan di lokasi ujian. Dilansir dari detikJateng, perangkat logam yang disembunyikan di balik pakaian dan telinga peserta memicu alarm sensor petugas.
Pihak universitas mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan mendalam terhadap identitas dan motif pelaku. Wakil Rektor I Undip Heru Susanto menjelaskan bahwa deteksi awal bermula dari respons alat metal detector.
"Kebetulan hari ini tadi pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal," kata Heru Susanto, Wakil Rektor I Undip.
Setelah temuan tersebut, panitia tidak langsung menjatuhkan sanksi melainkan melakukan interogasi terlebih dahulu. Karena risiko medis dari alat yang tertanam, peserta dievakuasi ke fasilitas kesehatan universitas.
"Sehingga kemudian kami mau tidak mau akhirnya membawa ke klinik THT rumah sakit kami, untuk diambil menggunakan alat agar tidak membahayakan kesehatan," sambung Heru Susanto.
Proses pengambilan alat tersebut dilakukan oleh tenaga medis ahli untuk memastikan keamanan fisik peserta ujian tersebut. Setelah tindakan medis selesai, panitia melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat.
Peserta berinisial M itu kemudian diserahkan kepada personel Polsek Tembalang untuk proses lebih lanjut. Namun, karena pelanggaran terjadi sebelum ujian berlangsung, pihak berwajib memutuskan untuk memulangkan peserta tersebut kepada keluarganya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·