Seorang wanita berinisial SM (31) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Pelalawan atas dugaan eksploitasi ekonomi terhadap tiga anak kandungnya di kawasan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Tindakan tegas ini diambil pihak kepolisian setelah mendapati laporan mengenai adanya pemaksaan terhadap anak-anak di bawah umur tersebut untuk mengemis menjadi manusia silver di area lampu merah.
Seperti dilansir dari Detikcom, penanganan perkara ini dilakukan oleh kepolisian setempat guna menghentikan praktik eksploitasi anak yang berkedok mengamen. Pihak berwajib menjerat pelaku dengan pasal berlapis terkait perlindungan anak guna memberikan efek jera.
"Tersangka kami tetapkan dnegan Pasal 88 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan Perpu No. 1 Tahun 2016. Ancaman hukuman pidana penjara dan denda," kata Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Shilton dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Aparat kepolisian mengungkapkan bahwa ketiga anak tersebut kerap mendapatkan kekerasan fisik apabila jumlah uang yang disetorkan tidak memenuhi target yang ditentukan oleh sang ibu. Kasus ini mulai terkuak ketika warga melihat adanya keributan di antara tiga bocah di sekitar lampu merah Jalan Lintas Timur pada Jumat sore, 12 Juni 2026.
Warga yang curiga melihat salah satu korban berinisial PW (9) ditarik-tarik oleh dua temannya kemudian mendekat. Saat itulah terungkap bahwa korban merasa ketakutan untuk pulang ke rumah lantaran hasil mengamen hari itu tidak sesuai target, sehingga ia cemas akan dianiaya ibunya.
"Tiga anak ini diperintahkan mengamen dan menjadi manusia silver di lampu merah Jalan Lintas Timur, Pangkalan Kerinci hingga malam hari dengan target setoran," imbuh AKP Shilton.
Petugas Kepolisian Sektor Pangkalan Kerinci langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 22.00 WIB untuk mengamankan SM serta membawanya guna pemeriksaan lebih lanjut. Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 100.000, satu celengan berwarna coklat, serta sebuah ember biru.
"Anak-anak yang seharusnya belajar dan bermain ini malah dieksploitasi menjadi pengamen. (Motifnya) karena orang tuanya tidak bekerja," pungkas AKP Shilton.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·