Grup Reyog Garudo Djoyo Manggolo dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo sukses mengukir prestasi pada debut perdana mereka di ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026. Grup pendatang baru ini berhasil mengamankan penghargaan dalam kategori 10 Besar Pelestari Budaya pada kompetisi yang memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia tersebut.
Pencapaian tersebut menjadi catatan bersejarah bagi SRT 5 Ponorogo karena mereka langsung mendapat apresiasi tinggi saat pertama kali tampil di panggung FNRP, salah satu pergelaran seni budaya terbesar di tanah air. Seperti dilansir dari Kompas, penutupan festival dan rangkaian Grebeg Suro ini dilaksanakan pada Senin (15/6/2026) malam.
Kepala Sekolah SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, mengungkapkan rasa bangganya atas kerja keras para siswa yang membuahkan hasil luar biasa pada malam penganugerahan tersebut.
“Sangat lega sekali. Bangga sekali anak-anak memang luar biasa,” ujar Devit Tri Candrawati usai menerima piala dan piagam penghargaan didampingi Tenaga Ahli Menteri Sosial, Fajar WH pada acara penutupan FNRP dan Grebeg Suro, Senin (15/6/2026) malam.
Apresiasi juga mengalir kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama Kementerian Sosial yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dan rasa percaya diri para siswa selama persiapan kompetisi.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Kementerian Sosial dan jajarannya sudah mengantarkan anak-anak satu langkah lebih maju. Semoga ini awal dari kesuksesan mereka nantinya, memang proses itu tidak akan mengkhianati hasil, ini untuk anak-anak, dari mereka untuk mereka,” katanya, dalam siaran press yang diterima Kompas.tv.
Di atas panggung Alun-Alun Kabupaten Ponorogo, Reyog Garudo Djoyo Manggolo menyajikan pertunjukan lakon perjalanan Prabu Klono Sewandono yang dihadang Raja Singa Barong saat hendak melamar putri Kerajaan Daha. Karakter sang prabu ditampilkan secara lincah dan gagah dengan menonjolkan senjata andalan berupa Kyai Pecut Samandiman di tengah iringan dinamis ansambel gamelan Jawa.
Kompetisi tahunan yang berlangsung sepanjang 11 hingga 14 Juni 2026 ini diikuti oleh 32 grup dari berbagai wilayah. Selain penghargaan pelestari budaya, peringkat pertama FNRP XXXI berhasil disabet oleh Grup Reog Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo, sedangkan lambang supremasi tertinggi berupa Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia sukses diboyong oleh Grup Reog Kyai Lodra milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·