RI tetap impor minyak dari Rusia meski Selat Hormuz akan dibuka

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia tetap melanjutkan proses impor minyak mentah dari Rusia meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz akan dibuka kembali di tengah meredanya ketegangan di Timur Tengah.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan pengadaan minyak mentah dari Rusia masih berjalan dan menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat cadangan energi nasional.

"Kemarin sempat ada rencana untuk membuka jalur Selat Hormuz, dan kemudian ini masih sangat dinamis sekali. Yang pasti arahan Presiden jelas untuk tetap memperkuat cadangan energi nasional kita dengan beragam cara, termasuk salah satunya adalah impor crude dari Rusia. Ini masih tetap akan berjalan, masih tetap dalam proses," ucap Dwi dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Dwi menjelaskan kebijakan tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau Liquefied Petroleum Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Melalui kebijakan itu, sejumlah badan usaha, termasuk Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas, diberikan kewenangan untuk melakukan impor guna memperkuat ketahanan energi nasional.

"Ada badan usaha seperti Lemigas di antaranya yang juga diberikan kewenangan untuk melakukan impor dalam hal untuk memperkuat ketahanan energi nasional kita," kata dia.

Selain dari Rusia, lanjut Dwi, pemerintah juga mengupayakan pengadaan minyak dari berbagai negara lain. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pasokan energi yang telah dijalankan sebelumnya sesuai arahan Presiden dan Menteri ESDM.

"Kita juga mengambil dari negara-negara di Afrika, ada dari Nigeria, Angola, dan juga dari Amerika. Apapun upaya, apapun dan dari mana pun sumbernya pasti akan diupayakan agar bisa memperkuat kondisi stok energi nasional kita," pungkas dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah menugaskan BBPMGB Lemigas untuk mengimpor minyak mentah dari Rusia.

Langkah tersebut merupakan bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, yang merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia.

Baca juga: ESDM: Indonesia miliki peran penting dalam transisi energi global

Baca juga: ESDM: Kebijakan B50 bantu hemat devisa hingga Rp157 triliun

Pewarta: Fathur Rochman/Genta Tenri Mawangi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.