Lembaga pemeringkat S\&P Global Ratings menyatakan peringkat utang Indonesia menjadi yang paling rentan di kawasan Asia Tenggara akibat kenaikan harga energi global pada Selasa (14/4/2026). Risiko ini muncul seiring dengan menyusutnya ruang fiskal pemerintah di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang berkepanjangan.
Kondisi ekonomi nasional dinilai paling terdampak dibandingkan negara tetangga karena posisi fiskal yang relatif lebih terbatas. Kerentanan ini berpotensi memberikan tekanan besar pada sovereign rating Indonesia jika konflik internasional terus berlanjut dan memicu gangguan pasar energi.
Dilansir dari Money, kenaikan harga energi dunia diprediksi akan membengkakkan beban subsidi pemerintah secara signifikan. Situasi tersebut tidak hanya menekan postur APBN, tetapi juga meningkatkan biaya impor minyak yang memicu pelebaran defisit transaksi berjalan.
"Di Asia Tenggara, kami menilai peringkat utang Indonesia akan lebih rentan jika konflik berlarut-larut," tulis S\&P Global Ratings dalam laporan resminya. Tekanan inflasi akibat harga energi juga diwaspadai karena dapat mempercepat kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN).
Peningkatan imbal hasil tersebut secara otomatis akan menaikkan biaya pinjaman yang harus ditanggung pemerintah. Sementara itu, negara tetangga seperti Malaysia dinilai memiliki ketahanan lebih baik karena didukung oleh pasar keuangan domestik yang lebih dalam dan pertumbuhan ekonomi solid.
S\&P Global Ratings memperkirakan harga minyak mentah Brent akan bertahan di level 85 dollar AS per barel sepanjang sisa tahun 2026. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi adanya kerusakan infrastruktur energi meskipun ketegangan di Selat Hormuz diprediksi mulai mereda pada akhir April.
Negara lain di kawasan seperti Thailand dan Vietnam juga menghadapi risiko serupa terkait kenaikan biaya impor energi. Namun, Thailand masih memiliki sokongan dari kebijakan moneter yang kuat, sedangkan Vietnam memiliki bantalan cadangan devisa yang dinilai cukup memadai untuk meredam gejolak eksternal.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·