TIM nasional Tunisia membuat keputusan drastis di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026. Federation Tunisienne de Football (FTF) memecat pelatih Sabri Lamouchi dan menunjuk pelatih asal Prancis, Herve Renard, untuk memimpin Elang Kartago pada sisa turnamen.
Keputusan itu diambil setelah Tunisia menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga perdana Grup F, Senin, 15 Juni 2026. Lamouchi, yang baru enam bulan menangani tim, harus meninggalkan jabatannya setelah hasil buruk tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut laporan ESPN, pemecatan Lamouchi bukan hanya dipicu oleh kekalahan dari Swedia. Hubungannya dengan federasi dan sejumlah pemain juga disebut diwarnai ketegangan sejak ia ditunjuk sebagai pelatih kepala. FTF kemudian mengumumkan perpisahan dengan pelatih berusia 54 tahun itu pada Senin malam.
Melalui akun Instagram resminya, FTF mengumumkan penunjukan Renard sebagai pelatih baru Tunisia. Pelatih berusia 57 tahun itu mulai bekerja pada 16 Juni 2026 dan dikontrak hingga akhir Piala Dunia. Negosiasi mengenai kemungkinan perpanjangan kontrak akan dilakukan setelah turnamen berakhir. "Herve Renard mulai bekerja per tanggal 16 Juni 2026 dan akan dikontrak selama turnamen berlangsung. Negosiasi lanjutan akan dilakukan setelah Piala Dunia 2026," tulis FTF.
Renard dijadwalkan tiba di Monterrey, Meksiko, yang menjadi markas Tunisia selama turnamen, pada Selasa sore waktu setempat, 16 Juni 2026. Ia akan langsung memimpin sesi latihan perdana pada malam harinya.
Penunjukan tersebut menjadikan Renard tampil di Piala Dunia putra untuk ketiga kalinya bersama tiga negara berbeda. Sebelumnya ia memimpin Maroko pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan Arab Saudi pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Namanya mendapat sorotan dunia ketika membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi dengan skor 2-1 pada laga pembuka fase grup Piala Dunia 2022. Meski demikian, Arab Saudi gagal melaju ke babak gugur setelah kalah dalam dua pertandingan berikutnya.
Sebelum menerima tugas di Tunisia, Renard juga sempat menangani tim nasional putri Prancis. Ia ditunjuk pada Maret 2023 dan membawa Les Bleues mencapai perempat final Piala Dunia Wanita 2023 sebelum disingkirkan Australia.
Karier Renard identik dengan sepak bola Afrika. Dirangkum dari laman Transfermarkt, dia pernah melatih Zambia, Angola, Pantai Gading, dan Maroko. Prestasi terbaiknya adalah menjuarai Piala Afrika (AFCON) bersama Zambia pada 2012 dan Pantai Gading pada 2015, menjadikannya satu-satunya pelatih yang mampu memenangkan turnamen tersebut bersama dua negara berbeda.
Renard juga sempat kembali menangani Arab Saudi dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 setelah menggantikan Roberto Mancini. Meski mengawali periode keduanya dengan hasil kurang meyakinkan, ia berhasil membawa Arab Saudi mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026. Namun, serangkaian hasil buruk dalam laga uji coba melawan Mesir dan Serbia membuat Federasi Sepak Bola Arab Saudi mengakhiri kerja sama mereka pada April 2026.
Bagi Tunisia, penunjukan Renard merupakan langkah darurat sekaligus perjudian besar. Mereka saat ini berada di Grup F bersama Swedia, Jepang, dan Belanda. Kekalahan telak pada laga pembuka membuat peluang lolos ke babak berikutnya menjadi lebih sulit.
Renard akan menghadapi ujian pertamanya saat Tunisia berjumpa Jepang pada pertandingan kedua fase grup. Dengan waktu persiapan yang sangat singkat dan kondisi psikologis tim yang sedang terpuruk, pelatih Prancis itu dituntut segera membenahi performa Elang Kartago.
Keputusan Tunisia mengganti pelatih setelah hanya satu pertandingan juga mencatat sejarah baru. Menurut ESPN, ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia sebuah tim memecat pelatih kepala setelah menjalani satu laga di turnamen tersebut. Meski dinilai terlalu tergesa-gesa, FTF berharap pengalaman Renard di sepak bola Afrika dan Piala Dunia dapat membantu Tunisia bangkit dan menjaga peluang mereka bertahan di turnamen.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·