Wamen Fauzan dorong kolaborasi untuk transformasi pendidikan tinggi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bangsa ini sudah lama menjalankan pendidikan dengan cara yang biasa-biasa saja, padahal harus ada value yang bisa kita jual

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong adanya kolaborasi multipihak dalam rangka transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui keterangan di Jakarta, Kamis, Wamen Fauzan menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi hanya dapat dicapai melalui perubahan cara kerja yang kolaboratif dan terstruktur.

"Supaya bisa bersinar maka harus berubah. Bangsa ini sudah lama menjalankan pendidikan dengan cara yang biasa-biasa saja, padahal harus ada value yang bisa kita jual," katanya.

Wamendiktisaintek Fauzan mengapresiasi adanya upaya berbagai perguruan tinggi untuk membentuk sebuah konsorsium, salah satunya Konsorsium Pendidikan Bali.

Baca juga: Wamendiktisaintek: Kampus harus berdampak bagi pembangunan daerah

Ia menilai konsorsium tersebut dibentuk sebagai wadah kolaborasi strategis antar-kampus di Bali untuk mengintegrasikan Tridarma Perguruan Tinggi dalam pembangunan daerah, mengembangkan model solusi berbasis bukti evidence-based solution, mendorong mentoring antar-perguruan tinggi, serta memperkuat implementasi kolaborasi pentahelix.

"Pentingnya konsorsium ini adalah melahirkan value yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat melalui pemerintah daerah. Karena itu kehadiran perguruan tinggi di manapun berada harus mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah," ujar Wamen Fauzan.

Wamendiktisaintek juga menekankan bahwa perguruan tinggi tidak dapat lagi berjalan sendiri dalam menjawab tantangan pembangunan.

"Selama ini perguruan tinggi memiliki komoditas riset yang luar biasa, tetapi masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan radius dampak yang jauh lebih luas," ucap Wamen Fauzan.

Baca juga: Wamendiktisaintek ajak perguruan tinggi minimalisir konflik internal

Wamendiktisaintek itu juga mengajak kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi melalui model konsorsium tematik seperti Konsorsium Pendidikan Bali.

Kolaborasi ini diharapkan segera diimplementasikan dalam bentuk program nyata, seperti riset kolaboratif lintas kampus, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik berbasis isu daerah, penguatan hilirisasi inovasi, serta program mentoring antarkampus.

Senada Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (UPG) I Wayan Lasmawan menyampaikan masih terdapat fragmentasi antar-kampus yang menyebabkan kontribusi pendidikan tinggi belum optimal dalam menyelesaikan persoalan daerah, khususnya di bidang pendidikan.

"Saya berharap melalui konsorsium ini akan terbangun kolaborasi tanpa batas. Harapannya, konsorsium ini nantinya memberikan warna dan memperindah lanskap pendidikan di Indonesia melalui pemecahan masalah tanpa batas. Mari kita mulai bekerja nyata dalam kebersamaan yang terus bertumbuh." kata I Wayan Lasmawan.

Baca juga: Kemdiktisaintek pacu pembangunan daerah lewat Kosabangsa 2025

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.