Wamen Komdigi imbau pengembangan AI sertakan perspektif etika

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi Digital (Komdigi), Nezar Patria mengimbau berbagai pihak agar dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dapat menyertakan perspektif etika.

Wamen Nezar di Yogyakarta, Jumat, mengatakan peristiwa-peristiwa penyalahgunaan penggunaan AI setelah mengedit foto orang lain tersebut mungkin akan terjadi, ketika memakai teknologi kecerdasan buatan tidak dengan panduan etis.

Baca juga: Pemerintah siapkan R-Perpres Peta Jalan dan Etika Tata Kelola AI

"Oleh karena itu, kita mengimbau agar pemakaian dan pengembangan AI ini ikut menyertakan perspektif etika. Jadi, penggunaan secara etis," kata Wamen Nizar setelah membuka workshop AI Talent Factory di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Wamen Komdigi mengatakan saat ini Pemerintah Indonesia sedang menyusun satu dokumen AI untuk melengkapi peta jalan AI nasional, yang diharapkan akan menjadi Peraturan Presiden dan segera ditetapkan dalam waktu yang tidak lama.

"Jadi, memang kita berharap agar pengembangan AI ini memikirkan sisi etik, yang kita sebut ethics by design," kata Wamen.

Dengan demikian, kata dia, ketika sudah didesain, unsur etika dalam AI sudah dipertimbangkan, termasuk apakah layak atau boleh menghasilkan konten-konten yang akan kontroversial.

"Misalnya, memuat sentimen agama, sentimen yang mengandung unsur pornografi. Karena kita lihat betapa mudahnya penggunaan aplikasi itu, kemudian menciptakan dengan generatif AI bisa menciptakan gambar-gambar yang mengandung unsur pornografi," katanya.

Baca juga: Wapres Gibran tekankan etika penggunaan AI saat kunjungan ke Rancaekek

Baca juga: Wamenkomdigi dorong etika AI untuk cegah perdagangan manusia

Komdigi berharap para pengembang teknologi artificial intelligence itu bisa aware atau perhatian dengan persoalan-persoalan tersebut dan melakukan satu solusi teknologi.

"Kita tidak membatasi inovasinya ya, cuma ketika satu produk ini dilemparkan ke tengah masyarakat, unsur etis itu harus dipertimbangkan," katanya.

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.