Warga Tabur Bunga Kenang 16 Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Sejumlah warga meletakkan berbagai jenis bunga di lantai dua Stasiun Bekasi Timur pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai bentuk duka cita bagi korban kecelakaan kereta api. Aksi ini ditujukan untuk mengenang 16 korban jiwa dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL CommuterLine.

Hamparan bunga tersebut memenuhi area dekat kaca tangga masuk stasiun sebelum gerbang tiket elektronik. Berdasarkan pantauan di lokasi, karangan bunga dan buket kecil tampak berjejer di sisi utara maupun selatan akses masuk bangunan stasiun tersebut.

Dilansir dari Detikcom, terdapat berbagai pesan berisi doa dan ungkapan belasungkawa yang terselip di antara tumpukan bunga. Sebagian bunga juga menyertakan foto para korban yang seluruhnya merupakan perempuan dalam tragedi transportasi tersebut.

Salah satu ungkapan simpati tertulis pada selembar kertas yang diletakkan di antara rangkaian bunga oleh pengirim yang mengharapkan ketabahan bagi keluarga korban.

"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya 16 srikandi bangsa, kebanggaan keluarga, korban kecelakaan kerea di Stasiun Bekasi Timur. Semoga almarhum bersemayam dalam damai, mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dengan ketabahan," tulis pesan dari salah satu karangan bunga.

Penghormatan ini menarik perhatian banyak penumpang yang sedang melintas di stasiun untuk berhenti sejenak. Beberapa di antaranya terlihat ikut mendoakan para korban yang meninggal dunia dalam peristiwa maut tersebut.

Tragedi berdarah ini terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam, yang melibatkan tiga moda transportasi berbeda dalam satu rangkaian kejadian. Insiden ini mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan menyebabkan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kronologi bermula saat taksi Green SM mengalami gangguan mesin atau korsleting tepat di tengah perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur. Kendaraan tersebut kemudian tertabrak oleh KRL yang sedang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta hingga menyebabkan kereta terhenti.

Dampak kecelakaan pertama tersebut memicu berhentinya KRL lain dari arah Jakarta tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur. Saat posisi kereta sedang berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah Jakarta kemudian menabrak bagian belakang KRL tersebut.