Australia dan Thailand Berebut Gelar Terbanyak di Final Piala AFF U19

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Tim nasional Thailand U19 akan menantang Australia U19 dalam laga final Piala AFF U19 2026 di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, pada Sabtu (13/6/2026) malam. Pertandingan penentu juara ini dijadwalkan memulai sepak mula antara pukul 20.00 WIB hingga 20.15 WIB.

Pertemuan kedua tim menjadi ajang perebutan status penguasa takhta Asia Tenggara karena Thailand dan Australia sama-sama mengoleksi lima gelar juara sepanjang sejarah turnamen. Laga ini diprediksi berlangsung sengit mengingat rekam jejak pertemuan kedua negara menunjukkan Thailand menang dua kali, kalah tiga kali, dan seri satu kali.

Menurut laporan sport.detik.com, Thailand meraih trofi pada edisi 2002, 2009, 2011, 2015, dan 2017, sementara Australia menjadi kampiun pada 2006, 2008, 2010, 2016, dan 2019. Berdasarkan data tirto.id, pemenang dari pertandingan malam ini otomatis akan melewati rekor sang rival dan resmi menjadi negara tersukses dalam kompetisi kelompok umur tersebut.

Perjalanan menuju partai puncak dilalui kedua finalis dengan catatan yang berbeda pada babak semifinal dua hari lalu. Thailand melaju mulus setelah menggilas Kamboja dengan skor telak 4-0 lewat sumbangan gol Natthakit Phosri, dua gol Itthimon Tippanet, serta gol bunuh diri Sean Udon.

Sebaliknya, Australia lolos secara dramatis ke final ketujuh mereka dari sepuluh kali partisipasi setelah menyingkirkan tuan rumah Indonesia melalui skor tipis 1-0. Gol tunggal skuad asuhan Trevor Morgan tersebut dicetak oleh Marcus Neill pada menit ke-89 setelah tampil menekan sepanjang laga.

Menjelang pertandingan perebutan juara, pelatih Thailand, Cakraphan Panpi, memberikan pandangannya mengenai kekuatan tim lawan dan persiapan anak asuhnya setelah mengevaluasi performa skuad Young Elephants.

"Baik Indonesia dan Australia adalah tim yang kuat. Kami telah mempelajari gaya bermain mereka," kata Cakraphan Panpi, Pelatih Thailand sebagaimana dilansir dari suaramerdeka.com.

Juru taktik Thailand tersebut mengaku sudah mengantongi strategi khusus untuk membawa timnya memenangi turnamen ini serta memperbaiki pencapaian edisi terakhir saat mereka kalah di final.

"Kunci untuk mengatasi final ini adalah memahami permainan yang dimainkan pemain muda," ujarnya.

Cakraphan Panpi turut mengapresiasi aspek mentalitas yang ditunjukkan oleh anak asuhnya, kendati ia tetap mencatat beberapa evaluasi permainan yang harus segera dibenahi sebelum laga puncak dimulai.

"Anak asuh kami tampil baik sampai batas tertentu, tetapi juga memiliki kekurangan di banyak area," katanya.

Mengingat mepetnya jeda pertandingan dari babak semifinal, tim kepelatihan Thailand lebih memilih fokus pada program pemulihan kondisi fisik para pemain daripada menggelar latihan taktis yang berat.

"Namun yang saya kagumi pola pikir dan semangat mereka," katanya.

Cakraphan Panpi menegaskan bahwa seluruh penggawa tim nasional Thailand U19 dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi kolektivitas permainan Australia.

"Fokus pertama akan tertuju pada pemulihan fisik karena tidak akan ada waktu untuk latihan, semua orang bermain dengan sepenuh hati," jelasnya.

Program pemulihan kebugaran tersebut menjadi prioritas utama tim agar para pemain mampu tampil konisten dan menjaga fokus tinggi sampai pertandingan benar-benar selesai.

"Kita hanya perlu mencoba mempertahankan kebugaran fisik kita," pungkasnya.

Sesuai dengan hak siar turnamen, jalannya pertandingan final Piala AFF U19 2026 ini dapat disaksikan oleh masyarakat melalui siaran langsung di Moji TV maupun layanan live streaming di platform Vidio.