Bupati: Nobar Piala Dunia mampu perkuat komunikasi pemerintah-warga

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan menilai kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di daerah kepulauan tersebut.

“Kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi warga, tetapi juga momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” kata Fadjar di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan aksi nonton bareng ini terlihat sederhana, tetapi kalau semua bisa berkumpul bersama, banyak hal yang bisa dibicarakan.

“Termasuk berbagai kebutuhan dan persoalan warga yang harus kita cari solusinya bersama,” kata dia.

Melihat kesempatan ini, dirinya telah telah menginstruksikan para lurah untuk menyiapkan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia Tahun 2026 sebagai sarana mempererat silaturahmi.

Dirinya menginstruksikan kepada para lurah untuk menyiapkan kegiatan nobar, sekaligus memastikan akses siaran televisi dapat dinikmati masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu.

“Nanti kita bisa kirim bukti bahwa siaran televisi sudah sampai dan bisa dinikmati masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu," kata dia.

Sebelumnya, Warga Pulau Untung Jawa mengikuti kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 di sejumlah lokasi yang diselenggarakan Kelurahan Pulau Untung Jawa.

Lurah Pulau Untung Jawa Muslim mengatakan kegiatan nobar tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga wadah untuk memperkuat hubungan sosial di tengah warga.

"Piala Dunia merupakan ajang yang ditunggu masyarakat. Melalui kegiatan nobar ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh warga. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan kegiatan berjalan dengan aman serta tertib," katanya.

Baca juga: Polri gelar nobar gratis Piala Dunia 2026 serentak perkuat kedekatan

Baca juga: Polisi disiagakan untuk pengamanan Nobar Piala Dunia 2026

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.