Polisi Tangkap Dua Pendemo yang Diduga Bawa Molotov

Sedang Trending 4 hari yang lalu

KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya menangkap dua demonstran dalam unjuk rasa mahasiswa bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut". Petugas membawa keduanya dari sekitar kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan polisi menangkap kedua orang tersebut karena kedapatan membawa bom molotov. "Ini masih dilakukan pendalaman," kata Budi pada Jumat, 12 Juni 2026.

Budi menjelaskan, penangkapan bermula dari penyisiran dan profiling yang dilakukan petugas di sekitar lokasi aksi. "Petugas mengidentifikasi beberapa orang yang mencoba mendompleng kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa," ujar Budi kepada wartawan.

Polisi belum memastikan apakah kedua orang tersebut merupakan bagian dari kelompok mahasiswa atau bukan. Menurut Budi, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih memeriksa keduanya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demonstrasi di kawasan Sudirman pada Jumat, 12 Juni 2026. Massa bertahan hingga sekitar pukul 22.00 WIB setelah blokade aparat menahan upaya mereka menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma'shum Imawan, mengatakan massa aksi mengusung lima tuntutan dalam demonstrasi tersebut. Tuntutan pertama adalah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

Ketiga, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, menghentikan militerisme di ranah sipil. Kelima, mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah. "Hentikan militerisme di ranah sipil, dan terakhir Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah," ujar Yatalathof.

Ricky Juliansyah berkontribusi dalam penulisan artikel ini